Inggris Buka Peluang Kirim Pasukan ke Ukraina
Minggu, 01 Oktober 2023 - 10:46 WIB
loading...
A
A
A
Perwakilan Kementerian Pertahanan Ukraina dan kantor Grant Shapps tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Insider.
Meskipun Ukraina mengandalkan sekutu internasionalnya untuk pelatihan militer, peralatan, dan bantuan kemanusiaan ketika invasi Rusia ke negara tersebut memasuki bulan ke-19, para pejabat sekutu Ukraina enggan mengerahkan pasukan ke negara tersebut karena khawatir akan memperburuk konflik yang ada.
Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan sekitar 4.000 tentara untuk membela negara-negara NATO yang berbatasan dengan Ukraina dan telah menawarkan pelatihan militer di wilayah AS namun tidak mengerahkan skuadron secara langsung untuk berperang di Ukraina, meskipun sejumlah kecil pasukan operasi khusus ditempatkan di kedutaan besar di Kiev untuk membantu misi intelijen, menurut ABC News.
Awal bulan ini, NBC News melaporkan para pejabat Pentagon mulai berdebat apakah akan memulangkan pasukan AS yang ditempatkan di perbatasan Ukraina atau menggantinya dengan tentara baru.
Baca Juga: Mantan Presiden Medvedev: Rusia akan Dapatkan Lebih Banyak Wilayah Baru
Meskipun Ukraina mengandalkan sekutu internasionalnya untuk pelatihan militer, peralatan, dan bantuan kemanusiaan ketika invasi Rusia ke negara tersebut memasuki bulan ke-19, para pejabat sekutu Ukraina enggan mengerahkan pasukan ke negara tersebut karena khawatir akan memperburuk konflik yang ada.
Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan sekitar 4.000 tentara untuk membela negara-negara NATO yang berbatasan dengan Ukraina dan telah menawarkan pelatihan militer di wilayah AS namun tidak mengerahkan skuadron secara langsung untuk berperang di Ukraina, meskipun sejumlah kecil pasukan operasi khusus ditempatkan di kedutaan besar di Kiev untuk membantu misi intelijen, menurut ABC News.
Awal bulan ini, NBC News melaporkan para pejabat Pentagon mulai berdebat apakah akan memulangkan pasukan AS yang ditempatkan di perbatasan Ukraina atau menggantinya dengan tentara baru.
Baca Juga: Mantan Presiden Medvedev: Rusia akan Dapatkan Lebih Banyak Wilayah Baru
(ian)
Lihat Juga :