Diterjang Banjir Bandang, New York Umumkan Keadaan Darurat
Sabtu, 30 September 2023 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
Gambar dan rekaman video menunjukkan orang-orang mengarungi air setinggi lutut, saat jalanan dan kereta bawah tanah dilanda hujan lebat. Beberapa video yang diunggah ke media sosial menunjukkan air mengalir dari langit-langit dan dinding stasiun kereta bawah tanah dan ke peron yang terendam.
Hujan lebih dari 2,5 inci dilaporkan dalam satu jam di Brooklyn Navy Yard. Dalam pengarahan virtual, kepala petugas iklim New York Rohit Aggarwala mengatakan bahwa sistem pembuangan limbah kota hanya dirancang untuk menangani curah hujan 1,75 inci per jam.
“Tidak mengherankan jika sebagian wilayah Brooklyn terkena dampak paling parah dari hal ini,” katanya.
Di South Williamsburg, Brooklyn, para pekerja mengarungi air setinggi lutut ketika mereka mencoba membuka sumbatan saluran air ketika kardus dan puing-puing lainnya mengambang.
Seorang warga, Kelly Hayes, mengatakan kepada BBC bahwa dia memperkirakan kerusakan akibat banjir di bar dan dapurnya di lingkungan Gowanus akan menelan biaya antara USD25.000 (Rp387,3 juta) dan USD30.000 (Rp464 juta).
Departemen Kepolisian New York juga mengumumkan beberapa penutupan jalan dan mengatakan Garda Nasional telah dikerahkan.
Di tempat lain, lalu lintas terhenti ketika air naik hingga menutupi ban mobil di sepanjang FDR Drive, sebuah jalan utama di sepanjang sisi timur Manhattan.
Kota New York mengalami curah hujan hampir 14 inci sepanjang bulan ini, menjadikan bulan September bulan terbasah sejak tahun 1882, menurut data Layanan Cuaca Nasional.
Baca Juga: DPR AS Pilih Potong Gaji Menteri Pertahanan Jadi Rp16.000 Setahun
Hujan lebih dari 2,5 inci dilaporkan dalam satu jam di Brooklyn Navy Yard. Dalam pengarahan virtual, kepala petugas iklim New York Rohit Aggarwala mengatakan bahwa sistem pembuangan limbah kota hanya dirancang untuk menangani curah hujan 1,75 inci per jam.
“Tidak mengherankan jika sebagian wilayah Brooklyn terkena dampak paling parah dari hal ini,” katanya.
Di South Williamsburg, Brooklyn, para pekerja mengarungi air setinggi lutut ketika mereka mencoba membuka sumbatan saluran air ketika kardus dan puing-puing lainnya mengambang.
Seorang warga, Kelly Hayes, mengatakan kepada BBC bahwa dia memperkirakan kerusakan akibat banjir di bar dan dapurnya di lingkungan Gowanus akan menelan biaya antara USD25.000 (Rp387,3 juta) dan USD30.000 (Rp464 juta).
Departemen Kepolisian New York juga mengumumkan beberapa penutupan jalan dan mengatakan Garda Nasional telah dikerahkan.
Di tempat lain, lalu lintas terhenti ketika air naik hingga menutupi ban mobil di sepanjang FDR Drive, sebuah jalan utama di sepanjang sisi timur Manhattan.
Kota New York mengalami curah hujan hampir 14 inci sepanjang bulan ini, menjadikan bulan September bulan terbasah sejak tahun 1882, menurut data Layanan Cuaca Nasional.
Baca Juga: DPR AS Pilih Potong Gaji Menteri Pertahanan Jadi Rp16.000 Setahun
(ian)
Lihat Juga :