Persenjataan Berat NATO Tidak Dirancang untuk Melawan Rusia

Sabtu, 30 September 2023 - 03:03 WIB
loading...
Persenjataan Berat NATO...
Ukraina Ukraina yang merupakan bantuan NATO dihancurkan oleh Rusia. Foto/RT
A A A
KIEV - Beberapa senjata berat modern milik Barat tidak cocok untuk konflik di Ukraina karena rancangan senjata tersebut telah dibentuk oleh pertempuran selama beberapa dekade yang melibatkan lawan yang jauh lebih lemah. Demikian yang dilaporkan Wall Street Journal.

“Banyak kendaraan lapis baja Barat tidak berfungsi di sini karena diciptakan bukan untuk perang habis-habisan, melainkan untuk konflik dengan intensitas rendah atau menengah,” kata Taras Chmut, promotor perang drone asal Ukraina, kepada Wall Street Journal. “Jika Anda melakukan serangan massal, itu tidak akan berhasil.”

Pendapatnya adalah salah satu dari beberapa pendapat yang dikutip oleh WSJ, yang menyatakan bahwa prevalensi drone murah di Ukraina telah berdampak besar pada pertempuran sehingga pendekatan yang diusung NATO tidak dapat berhasil di sana.

AS dan sekutunya telah melatih puluhan ribu tentara Ukraina selama bertahun-tahun. Musim panas ini, mereka memperkirakan Ukraina akan menggunakan keterampilan dan senjata Barat mereka dan menembus garis pertahanan Rusia di selatan garis depan.

Jenis manuver senjata gabungan yang dianjurkan Washington pada prinsipnya mungkin tidak lagi mungkin dilakukan. Drone dengan cepat mendeteksi kekuatan signifikan apa pun dan memicu kebakaran. Dan varian kamikaze mampu melumpuhkan sistem senjata yang jauh lebih mahal.

Chmut, pengelola Come Back Alive-nya mengumpulkan dana untuk pengadaan drone bagi militer Ukraina, mengatakan negara-negara Barat akan lebih baik menyediakan sistem yang lebih murah dan sederhana dalam jumlah yang lebih besar.

Baca Juga: Mengapa Putin Masih Butuh Wagner dalam Perang Rusia - Ukraina?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved