Khawatir Kebangkitan Pendukung Hitler, Jerman Larang Kelompok Neo-Nazi

Rabu, 27 September 2023 - 17:07 WIB
loading...
Khawatir Kebangkitan...
Jerman sangat trauma dengan sejarah kelam zaman Adolf Hitler sehingga melarang kelompok neo-Nazi. Foto/Reuters
A A A
BERLIN - Otoritas keamanan Jerman menggerebek puluhan lokasi di seluruh negeri pada Rabu (27/9/2023) setelah Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser melarang kelompok ekstremis sayap kanan yang dituduh menyebarkan ideologi Nazi.

"Markas besar kelompok Neo-Nazi, yang dijuluki 'Artgemeinschaft', serta 26 rumah milik 39 anggotanya digeledah pada dini hari di 12 negara bagian," kata Faeser.

Baca Juga: Jerman Larang Kelompok Neo Nazi Hammerskins

“Ini merupakan pukulan keras terhadap ekstremisme sayap kanan dan terhadap pelaku pembakaran intelektual yang terus menyebarkan ideologi Nazi hingga hari ini,” kata Faeser. “Kelompok ekstremis sayap kanan ini telah mencoba membangkitkan musuh-musuh baru konstitusi dengan indoktrinasi menjijikkan terhadap anak-anak dan remaja.”

Pihak berwenang Jerman bulan ini melarang kelompok neo-Nazi lainnya, "Hammerskins Deutschland" yang berakar di Amerika Serikat dan menggerebek rumah 28 anggotanya setelah penyelidikan yang berlangsung lebih dari setahun bekerja sama dengan para pejabat AS.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Air Mata 2016, Sejarah...
Air Mata 2016, Sejarah 2026: Saat Dunia Tak Berhenti Bicarakan Messi
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Berita Terkini
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Infografis
6 Fakta Garda Revolusi...
6 Fakta Garda Revolusi Iran, Pasukan Elite Pendukung Ali Khamenei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved