Prancis Akhirnya Tarik 1.500 Tentaranya dari Niger
Senin, 25 September 2023 - 06:40 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Niger yang pro-Prancis, Mohamed Bazoum, digulingkan dalam kudeta militer pada bulan Juli.
Memanfaatkan ketidakpuasan publik yang luas terhadap operasi anti-pemberontak Prancis yang telah berlangsung selama satu dekade di wilayah tersebut, para pemimpin kudeta segera menangguhkan perjanjian kerja sama militer dengan pemerintah Prancis dan menuntut agar pasukan Prancis hengkang.
Para pemimpin militer Niger kemudian menuntut pada bulan Agustus agar Duta Besar Prancis Sylvain Itte pergi, dan mencabut kekebalan diplomatiknya ketika Paris menolak seruan tersebut.
Pekan lalu, Macron mengeklaim bahwa militer Nigeria menyandera Itte dengan memblokir pengiriman makanan ke kedutaan Prancis.
Sekitar 1.500 tentara Prancis saat ini bermarkas di Niger, setelah Paris menghentikan operasi militer di Mali dan Burkina Faso menyusul kudeta serupa di kedua negara.
Memanfaatkan ketidakpuasan publik yang luas terhadap operasi anti-pemberontak Prancis yang telah berlangsung selama satu dekade di wilayah tersebut, para pemimpin kudeta segera menangguhkan perjanjian kerja sama militer dengan pemerintah Prancis dan menuntut agar pasukan Prancis hengkang.
Para pemimpin militer Niger kemudian menuntut pada bulan Agustus agar Duta Besar Prancis Sylvain Itte pergi, dan mencabut kekebalan diplomatiknya ketika Paris menolak seruan tersebut.
Pekan lalu, Macron mengeklaim bahwa militer Nigeria menyandera Itte dengan memblokir pengiriman makanan ke kedutaan Prancis.
Sekitar 1.500 tentara Prancis saat ini bermarkas di Niger, setelah Paris menghentikan operasi militer di Mali dan Burkina Faso menyusul kudeta serupa di kedua negara.
Lihat Juga :