Ketika Orang-orang Jepang Ditanya Apakah Jajan PSK Itu Selingkuh....

Sabtu, 23 September 2023 - 15:15 WIB
loading...
Ketika Orang-orang Jepang...
Orang-orang Jepang ditanya seorang pembuat konten apakah menggunakan layanan pekerja seks komersial termasuk perselingkuhan. Foto/Instagram/takashiifromjapan
A A A
TOK - Seorang content creator (pembuat konten) mengungkap norma budaya masyarakat Jepang mengenai pekerja seks komersial (PSK). Dia bertanya kepada orang-orang di negara itu apakah menggunakan layanan PSK termasuk perselingkuhan, dan jawaban mereka adalah "tidak".

Pembuat konten itu menggunakan nama akun "Takashi", namun dia bukan warga Jepang. Memang jumlah sampelnya kecil, yaitu sekitar 20 orang responden, namun konsensusnya terlihat sangat jelas.

Jawaban “tidak” muncul dari para responden dalam video yang membahas dilema moral antara laki-laki dan perempuan.

“Tidak, tidak,” kata dua wanita dalam salah satu video Takashi yang kini viral tersebut.

“Saya tidak suka jika mereka mempunyai perasaan terhadap (yang lain), tapi saya tidak peduli jika itu hanya untuk seks,” salah satu orang menjelaskan.

Baca Juga: China Ancam Mengebom Nuklir Jepang Terus-menerus Jika Ikut Campur soal Taiwan

Yang lain menambahkan: “Saya lebih suka mereka pergi ke pelacur daripada berbicara dengan gadis sembarangan."

Wanita lain dalam video tersebut setuju bahwa pasangannya yang mencari layanan PSK boleh-boleh saja asalkan dilakukan dengan jujur.

“Tidak (masalah)...Tidak baik jika mereka menyembunyikannya,” katanya kepada Takashi.

Dua wanita lagi di jalan yang ramai menjawab pertanyaan yang sama.

Mereka sepakat bahwa mereka tidak peduli jika pasangan mereka tidak menyembunyikannya.

“Saya mengatakan kepada pacar saya, 'Pergilah ke pelacur jika kamu ingin'...tidak apa-apa jika dia membayar uang,” kata salah satu dari mereka.

Wanita lainnya menambahkan: “Mereka hanya membayar uang daripada bertemu gadis-gadis baru.”

Sekadar diketahui, Jepang melegalkan layanan pendamping pada tahun 1998, meskipun penjualan "layanan seks vagina" masih ilegal.

Membayar layanan non-coital atau tindakan seksual yang tidak didefinisikan secara hukum sebagai “hubungan seksual” pada umumnya diperbolehkan.

Seorang wanita memberi tahu Takashi bahwa pasangannya boleh saja meminta pekerjaan seks karena “alasan yang masuk akal”.

"Seperti apa?" Takashi bertanya.

Wanita itu menjawab dengan mengatakan “persahabatan”.

“Saya mungkin akan kesal, tapi itu masih bisa diterima,” kata wanita lainnya.

Temannya menambahkan: “Ini semacam bagian dari budaya Jepang—Jepang terkenal dengan prostitusinya—jadi mungkin hanya ada di Jepang.”

Takashi menanyakan pertanyaan yang sama kepada laki-laki di jalanan negara tersebut.

Banyak yang mengatakan pekerja seks tidak dihitung sebagai perselingkuhan.

“Karena kamu membayar uang, makanya bukan perselingkuhan," kata seorang responden menjelaskan.

Yang lain menambahkan, “Itu tergantung pacarnya.”

Seorang pria berkata bahwa ini adalah “sesuatu yang harus diputuskan oleh pasangan”.

“Beberapa dari kami miskin, jadi kami tidak selalu pergi,” imbuh pria yang sama.

Yang lain mengatakan tindakan itu baik-baik saja asalkan disepakati dengan orang penting dalam hubungan tersebut.

Tanggapan tersebut membingungkan para pengikut akun Takashi.

“Saya sangat terkejut. Tidak bisa berkata-kata,” jawab seorang pengikut asal Amerika Serikat, seperti dikutip New York Post, Sabtu (23/9/2023).

Yang lain menambahkan, “Itu sungguh menyedihkan.”

Seorang pengikut asal Australia bercanda, “Saya tantang Anda untuk menanyakan pertanyaan yang sama kepada istri saya yang warga Australia.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Dulu Dipaksa Les Nyanyi,...
Dulu Dipaksa Les Nyanyi, Kini Arcelly Bersinar di Panggung Nasional
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 3: Mila Makin Yakin Berpisah, Kondisi Efendi Kian memburuk
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved