AS Tebar Ancaman: Dukung Kami atau Korut

Rabu, 17 Mei 2017 - 13:42 WIB
AS Tebar Ancaman: Dukung...
AS Tebar Ancaman: Dukung Kami atau Korut
A A A
NEW YORK - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley, bersumpah untuk "memanggil" negara-negara yang mendukung Korea Utara (Korut) dan ambisi nuklirnya. Hal ini dikarenakan ketegangan di Semenanjung Korea terus berlanjut.

"Anda mendukung Korut atau Anda mendukung kami," katanya, merujuk pada sejumlah negara yang gagal mematuhi sanksi yang diberlakukan oleh PBB.

Komentarnya disampaikan menjelang pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB seperti dikutip dari BBC, Rabu (17/5/2017).

Berbicara di depan sebuah pertemuan DK PBB yang tertutup, Haley memperingatkan negara-negara yang memberikan dukungan kepada Korut untuk menghentikan atau menghadapi konsekuensinya.

"Jika Anda adalah negara yang memasok atau mendukung Korut, kami akan menghubungi Anda di sana. Kami akan memastikan bahwa setiap orang tahu siapa Anda dan kami akan menargetkan sanksi tersebut terhadap Anda juga," katanya kepada wartawan, diapit oleh Duta besar PBB ke Jepang dan Korea Selatan.

Washington, katanya, akan mempertimbangkan pembicaraan dengan Pyongyang hanya jika negara tersebut menghentikan semua uji coba rudal nuklir dan balistik.

Dia juga mengkonfirmasi bahwa AS dan China, sekutu Korut, telah bekerja sama dalam resolusi Dewan Keamanan baru yang menargetkan Korut. "Sanksi adalah sesuatu yang kita lihat dan kita akan terus melihat ke mana yang membawa kita," tegasnya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, 15 anggota dewan tersebut menuntut agar Pyongyang tidak melakukan uji coba rudal balistik lebih lanjut. DK PBB telah memberlakukan enam set sanksi terhadap Korut sejak 2006.

Korut diketahui sedang mengembangkan senjata nuklir dan telah melakukan lima kali uji coba nuklir. Mereka juga mengembangkan rudal yang mampu mengirimkan senjata tersebut ke sasaran mereka. Keduanya dianggap menentang sanksi PBB.

Namun masih belum jelas apakah ia memiliki kemampuan untuk membuat senjata tersebut cukup kecil untuk dipasang di atas roket, dan tidak pernah menguji rudal balistik antar benua (ICBM) yang bisa mencapai, misalnya, AS.

ICBM diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 6.000 km, namun analis yakin rudal yang diuji pada hari Minggu kemarin akan menempuh perjalanan sekitar 4.000 km jika telah diluncurkan pada lintasan standar dan bukan ke atas.
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Penampakan Kapal Selam...
Penampakan Kapal Selam Bersenjata Nuklir Korea Utara Kim Kuk Ok
PBB: Korea Utara Abaikan...
PBB: Korea Utara Abaikan Sanksi Nuklir
Korea Utara Sebut Presiden...
Korea Utara Sebut Presiden Korea Selatan Picu Perang Nuklir
Korea Selatan: Serangan...
Korea Selatan: Serangan Nuklir Jadi Akhir Rezim Korea Utara
Korea Utara Akan Meluncurkan...
Korea Utara Akan Meluncurkan Satelit Baru dan Drone pada 2024
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
4 jam yang lalu
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
5 jam yang lalu
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
6 jam yang lalu
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
8 jam yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
8 jam yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
9 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved