Benarkah Ukraina Mampu Menembus Sistem Pertahanan Dragon's Teeth Rusia?

Senin, 18 September 2023 - 12:31 WIB
loading...
Benarkah Ukraina Mampu...
Tentara Ukraina mengklaim mampu menembus pertahanan Dragons Teeth milik Rusia. Foto/Reuters
A A A
KYIV - Para jenderal Ukraina mengatakan mereka telah “menerobos” garis pertahanan pertama Rusia di selatan. Itu menunjukkan mereka mampu menembus sistem pertahanan Dragon's Teeth atau Gigi Naga yang menjadi andalan bagi Rusia.

Ukraina memulai serangan balasan besar-besaran pada awal Juni untuk memukul mundur pasukan Rusia dari wilayah yang mereka rebut. Mereka menyerang di tiga titik di sepanjang garis depan sepanjang 600 mil lebih.

Daerah di tenggara kota Zaporizhzhia sejauh ini merupakan daerah yang paling penting secara strategis.

Menyerang ke arah Laut Azov, jika berhasil, dapat memutus jalur pasokan Rusia yang menghubungkan kota Rostov-on-Don di Rusia ke Krimea.

Belum banyak kemajuan dalam hal ini, kecuali daerah sekitar desa Robotyne dan Verbove di wilayah Zaporizhzhia, seperti yang terlihat dengan warna ungu pada peta di atas.

Jika Ukraina dapat memutuskan jalur pasokan utama ini maka Rusia akan kesulitan mempertahankan garnisunnya yang besar di Krimea yang dicaploknya pada tahun 2014.

Meskipun terdapat hambatan yang signifikan, kini terdapat penampakan pasukan Ukraina yang melanggar struktur pertahanan Rusia di sepanjang front selatan.

Empat video menunjukkan pasukan Ukraina menerobos pertahanan Rusia di utara Verbove.

Baca Juga: Ukraina Klaim Rebut Kembali Wilayah Bakhmut

Namun, hal ini menunjukkan adanya serangan, bukan berarti Ukraina telah berhasil menguasai wilayah tersebut.

Sejauh ini hanya pasukan infanteri Ukraina yang berhasil melewatinya, dan kita tidak melihat pasukan lapis baja Ukraina menerobos masuk, memanfaatkan celah tersebut dan mempertahankan posisi mereka.

Apa yang menghentikan kemajuan Ukraina lebih cepat?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved