Benarkah Ukraina Mampu Menembus Sistem Pertahanan Dragon's Teeth Rusia?

Senin, 18 September 2023 - 12:31 WIB
loading...
A A A
“Pasukan Ukraina terus menghadapi perlawanan dari pasukan Rusia di medan perang,” kata Kateryna Stepanenko, analis Rusia di lembaga pemikir RUSI yang berbasis di London.

“Di samping tembakan artileri, serangan pesawat tak berawak, dan struktur pertahanan Rusia – pasukan Rusia juga banyak menggunakan tindakan peperangan elektronik yang bertujuan untuk menghalangi sinyal Ukraina dan penggunaan pesawat tak berawak.”

Ukraina baru mencapai kemajuan lebih dari 10% dalam perjalanan menuju pesisir pantai, namun kenyataannya jauh lebih berbeda dari itu.

Pasukan Rusia kelelahan dan mungkin mengalami demoralisasi setelah mengalami serangan intensif selama tiga bulan, termasuk serangan jarak jauh yang menargetkan jalur pasokan mereka.

Jalur kereta api dan pasokan jalan raya Rusia ke Krimea dalam jangkauan artileri Rusia.

Jika mereka bisa melakukan itu, maka serangan balik ini bisa dinilai sebagai keberhasilan yang mumpuni.

Hal ini mungkin tidak akan mengakhiri perang, yang kemungkinan akan berlanjut hingga tahun 2024 atau bahkan lebih lama lagi – namun hal ini akan sangat melemahkan upaya perang Moskow dan menempatkan Ukraina pada posisi yang kuat ketika perundingan damai akhirnya dimulai.

Namun bagi Kyiv, waktu terus berjalan. Musim hujan akan tiba dalam beberapa minggu ke depan, sehingga jalanan menjadi berlumpur dan menghambat pergerakan lebih lanjut.

Selain itu terdapat ketidakpastian dalam pemilihan presiden AS, dimana kemenangan Partai Republik dapat mengakibatkan berkurangnya dukungan militer AS terhadap Ukraina secara signifikan.

Presiden Putin tahu bahwa dia harus berusaha keras sampai saat itu tiba. Ukraina tahu bahwa mereka harus menyukseskan serangan balasan ini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved