Badan Intelijen Luar Negeri Rusia Tetap Jalin Komunikasi dengan CIA
Senin, 18 September 2023 - 07:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 10 Fakta Kepemilikan Senjata di AS, Mayoritas Khawatir Terjadi Peningkatan Kekerasan
Naryshkin diketahui bertatap muka dengan timpalannya dari AS, William Burns, pada November 2022. Saat itu, kedua kepala intelijen tersebut bertemu di ibu kota Turki, Ankara.
Gedung Putih mengatakan diskusi tersebut terfokus pada konsekuensi dari potensi penggunaan senjata nuklir. "Burns tidak membahas penyelesaian perang di Ukraina,” seorang pejabat Gedung Putih menekankan pada saat itu.
Pada bulan Februari lalu, Burns menggambarkan diskusinya dengan para pejabat Rusia sebagai hal yang “mengecewakan” dan menuduh kepala mata-mata Rusia tersebut memiliki “sikap yang sangat menantang,” dengan “rasa sombong dan angkuh.”
Naryshkin mengatakan bahwa dia hanya menjelaskan kepentingan geopolitik Rusia di Ukraina kepada mitranya dari AS. “Tidak ada hal yang lebih dari itu yang dikatakan oleh saya,” tambahnya. Kepala SVR mengatakan bahwa Burns mungkin menganggap tekad Rusia untuk mencapai tujuan kampanye militernya di Ukraina sebagai sesuatu yang “menantang.”
Naryshkin diketahui bertatap muka dengan timpalannya dari AS, William Burns, pada November 2022. Saat itu, kedua kepala intelijen tersebut bertemu di ibu kota Turki, Ankara.
Gedung Putih mengatakan diskusi tersebut terfokus pada konsekuensi dari potensi penggunaan senjata nuklir. "Burns tidak membahas penyelesaian perang di Ukraina,” seorang pejabat Gedung Putih menekankan pada saat itu.
Pada bulan Februari lalu, Burns menggambarkan diskusinya dengan para pejabat Rusia sebagai hal yang “mengecewakan” dan menuduh kepala mata-mata Rusia tersebut memiliki “sikap yang sangat menantang,” dengan “rasa sombong dan angkuh.”
Naryshkin mengatakan bahwa dia hanya menjelaskan kepentingan geopolitik Rusia di Ukraina kepada mitranya dari AS. “Tidak ada hal yang lebih dari itu yang dikatakan oleh saya,” tambahnya. Kepala SVR mengatakan bahwa Burns mungkin menganggap tekad Rusia untuk mencapai tujuan kampanye militernya di Ukraina sebagai sesuatu yang “menantang.”
Lihat Juga :