Donald Trump: Ukraina Sebenarnya Bisa Hindari Perang
Senin, 18 September 2023 - 06:19 WIB
loading...
A
A
A
“Saya akan mengajak [Presiden Rusia Vladimir Putin] ke sebuah ruangan, saya akan mengajak [Presiden Ukraina Vladimir] Zelensky ke sebuah ruangan, lalu saya akan mempertemukan mereka dan saya akan membuat kesepakatan,” kata Trump.
“Akan lebih mudah jika perang tidak dimulai, dan yang terpenting adalah ratusan ribu orang masih hidup,” katanya. “Tapi saya bisa menyelesaikannya dan menyelesaikannya dengan cepat.”
Trump kemudian mengklaim bahwa ia mencegah Ukraina dan Rusia “melakukan apa pun” selama masa kepresidenannya, dengan alasan bahwa rendahnya harga minyak yang menjadi ciri masa jabatannya di Gedung Putih akan membuat Rusia, eksportir minyak terkemuka, terlalu mahal untuk membiayai operasi militer.
Posisi Trump terhadap Ukraina sangat bertentangan dengan posisi Presiden Joe Biden, yang telah berjanji untuk membiayai militer Kiev “selama diperlukan” untuk mengalahkan Rusia di medan perang. Kecuali pengusaha Vivek Ramaswamy, semua lawan Trump di partai utama Partai Republik mendukung semacam bantuan militer berkelanjutan ke Ukraina.
Diantaranya adalah mantan wakil presiden Trump, Mike Pence. Berbicara kepada CNN pada hari Minggu, Pence menuduh Trump “mengikuti politik peredaan” dan “membiarkan Vladimir Putin mendapatkan apa yang diinginkannya.”
“Akan lebih mudah jika perang tidak dimulai, dan yang terpenting adalah ratusan ribu orang masih hidup,” katanya. “Tapi saya bisa menyelesaikannya dan menyelesaikannya dengan cepat.”
Trump kemudian mengklaim bahwa ia mencegah Ukraina dan Rusia “melakukan apa pun” selama masa kepresidenannya, dengan alasan bahwa rendahnya harga minyak yang menjadi ciri masa jabatannya di Gedung Putih akan membuat Rusia, eksportir minyak terkemuka, terlalu mahal untuk membiayai operasi militer.
Posisi Trump terhadap Ukraina sangat bertentangan dengan posisi Presiden Joe Biden, yang telah berjanji untuk membiayai militer Kiev “selama diperlukan” untuk mengalahkan Rusia di medan perang. Kecuali pengusaha Vivek Ramaswamy, semua lawan Trump di partai utama Partai Republik mendukung semacam bantuan militer berkelanjutan ke Ukraina.
Diantaranya adalah mantan wakil presiden Trump, Mike Pence. Berbicara kepada CNN pada hari Minggu, Pence menuduh Trump “mengikuti politik peredaan” dan “membiarkan Vladimir Putin mendapatkan apa yang diinginkannya.”
(ahm)
Lihat Juga :