Apa yang Berubah setelah 1 Tahun Kematian Ikon Perjuangan Mahsa Amini di Iran?

Minggu, 17 September 2023 - 19:35 WIB
loading...
Apa yang Berubah setelah...
Mahsa Amini menjadi ikon perjuangan bagi kaum oposisi di Iran. Foto/Reuters
A A A
TEHERAN - Penguasa Iran telah mengintensifkan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat satu tahun sejak kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi yang memicu protes yang berkembang menjadi kekacauan politik terburuk sejak Revolusi Islam 1979.

Berikut adalah 6 perubahan setelah kematian ikon perjuangan Mahsa Amini di Iran.

1. Berawal Kewajiban Berhijab

Apa yang Berubah setelah 1 Tahun Kematian Ikon Perjuangan Mahsa Amini di Iran?

Foto/Reuters

Protes dimulai segera setelah kematian wanita Kurdi Iran Mahsa Amini, 22, pada 16 September 2022, yang telah ditangkap oleh polisi moral tiga hari sebelumnya karena diduga melanggar aturan berpakaian wajib Islam di Iran.

Amini, digambarkan sebagai orang pemalu yang memikirkan urusannya sendiri dan menjauhi politik, ditahan saat dia keluar dari stasiun kereta api di Teheran.

Berita kematiannya beredar di media sosial. Protes meletus saat pemakamannya di kampung halamannya, Saqez, dan kemudian menyebar ke seluruh negeri dengan para demonstran meneriakkan “Perempuan, kehidupan, kebebasan” sebagai tantangan keras terhadap penguasa ulama Iran.

Meskipun keluarga Amini mengatakan dia terbunuh karena pukulan di kepala dan anggota tubuhnya, pihak berwenang mengatakan dia meninggal karena masalah medis, yang semakin memicu kemarahan atas kematiannya.

Baca Juga: Khawatir Kerusuhan Meluas, Iran Tangkap Ayah dari Ikon Perjuangan Mahsa Amini

2. Perlawanan Etnis Minoritas Kembali Bangkit

Apa yang Berubah setelah 1 Tahun Kematian Ikon Perjuangan Mahsa Amini di Iran?

Foto/Reuters

Karena perempuan dan generasi muda sering berada di garis depan, para pengunjuk rasa menargetkan simbol-simbol Republik Islam, membakar foto Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan meneriakkan “Matilah Diktator”.

Perempuan, termasuk siswi, melepas dan membakar jilbab, memberontak terhadap undang-undang yang mewajibkan perempuan menutup rambut dan mengenakan pakaian longgar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved