Pakar: Diledakkan Ukraina, Sistem Rudal S-400 Rusia Terbukti Gagal Cegat Misil Musuh
Sabtu, 16 September 2023 - 11:03 WIB
loading...
A
A
A
"Serangan terbaru tersebut menunjukkan bahwa pasukan Rusia tidak siap untuk mencegat rudal dengan sistem tersebut atau tidak mampu melakukannya,” tulis ISW dalam penilaiannya yang dikutip Business Insider, Sabtu (16/9/2023).
Seorang pejabat intelijen Ukraina mengatakan kepada Ukrainska Pravda bahwa dalam hal ini, drone Ukraina terlebih dahulu menghancurkan antena dan radar sistem S-400, sebelum dua rudal jelajah Neptune dikirim untuk menghancurkan sisa dari sistem tersebut.
Pejabat itu juga menyatakan bahwa serangan serupa akan terjadi lebih lanjut.
Pada bulan April, Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Danilov—yang sekarang telah diganti—mengisyaratkan bahwa Ukraina melihat Crimea sebagai tempat uji coba senjata baru.
Sejak itu, para pejabat Ukraina mengatakan bahwa rudal R-360 Neptune, yang biasanya merupakan senjata anti-kapal, telah dikonfigurasi ulang untuk menyerang sasaran di darat, sehingga memberi Ukraina kemampuan serangan jarak jauh yang lebih luas.
Serangan-serangan tersebut kemungkinan besar merupakan pukulan terhadap harga diri Rusia, yang terjadi setelah gelombang serangan pesawat tak berawak terhadap negara itu sendiri, termasuk terhadap beberapa pangkalan udara.
Seorang pejabat intelijen Ukraina mengatakan kepada Ukrainska Pravda bahwa dalam hal ini, drone Ukraina terlebih dahulu menghancurkan antena dan radar sistem S-400, sebelum dua rudal jelajah Neptune dikirim untuk menghancurkan sisa dari sistem tersebut.
Pejabat itu juga menyatakan bahwa serangan serupa akan terjadi lebih lanjut.
Pada bulan April, Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Danilov—yang sekarang telah diganti—mengisyaratkan bahwa Ukraina melihat Crimea sebagai tempat uji coba senjata baru.
Sejak itu, para pejabat Ukraina mengatakan bahwa rudal R-360 Neptune, yang biasanya merupakan senjata anti-kapal, telah dikonfigurasi ulang untuk menyerang sasaran di darat, sehingga memberi Ukraina kemampuan serangan jarak jauh yang lebih luas.
Serangan-serangan tersebut kemungkinan besar merupakan pukulan terhadap harga diri Rusia, yang terjadi setelah gelombang serangan pesawat tak berawak terhadap negara itu sendiri, termasuk terhadap beberapa pangkalan udara.
Lihat Juga :