Melonjak Tajam, Korban Tewas Banjir Libya Tembus 11.300 Jiwa
Jum'at, 15 September 2023 - 16:19 WIB
loading...
A
A
A
Jumlah korban tewas bervariasi tergantung pada pejabat mana yang memberikannya, meskipun semuanya memperkirakan jumlah korban mencapai ribuan dan Wali Kota Derna mengatakan bahwa jumlah tersebut bisa meningkat tiga kali lipat ketika tim pencari dan orang yang selamat menemukan lebih banyak mayat di reruntuhan.
“Situasinya sangat besar dan mengejutkan bagi kota Derna. Kami tidak mampu menghadapinya dengan kemampuan kami sebelum badai dan arus deras,” Wali Kota Abdel Moneim al-Ghaithi mengatakan kepada Sky News Arabia pada Rabu malam.
Kantor Wali Kota mengatakan bahwa jumlah korban tewas bisa mencapai 20.000 orang – sekitar seperlima dari populasi kota – berdasarkan perkiraan mereka yang tinggal di daerah yang tersapu banjir.
Badan cuaca dan iklim PBB mengatakan sebagian besar kematian sebenarnya bisa dihindari jika pihak berwenang mempunyai sistem peringatan yang lebih baik.
“Mereka bisa saja mengeluarkan peringatan dan pasukan manajemen darurat bisa melakukan evakuasi warga, dan kita bisa menghindari sebagian besar korban jiwa,” kata Petteri Taalas, kepala Organisasi Meteorologi Dunia, kepada wartawan di Jenewa menurut kantor berita AFP.
Baca Juga: Wali Kota Derna: Korban Tewas Akibat Banjir Bisa Capai 20.000
Badan tersebut mengatakan minggu ini bahwa mereka mengeluarkan peringatan 72 jam sebelum bendungan runtuh, termasuk menghubungi pihak berwenang Libya dan membuat pernyataan kepada media.
“Situasinya sangat besar dan mengejutkan bagi kota Derna. Kami tidak mampu menghadapinya dengan kemampuan kami sebelum badai dan arus deras,” Wali Kota Abdel Moneim al-Ghaithi mengatakan kepada Sky News Arabia pada Rabu malam.
Kantor Wali Kota mengatakan bahwa jumlah korban tewas bisa mencapai 20.000 orang – sekitar seperlima dari populasi kota – berdasarkan perkiraan mereka yang tinggal di daerah yang tersapu banjir.
Badan cuaca dan iklim PBB mengatakan sebagian besar kematian sebenarnya bisa dihindari jika pihak berwenang mempunyai sistem peringatan yang lebih baik.
“Mereka bisa saja mengeluarkan peringatan dan pasukan manajemen darurat bisa melakukan evakuasi warga, dan kita bisa menghindari sebagian besar korban jiwa,” kata Petteri Taalas, kepala Organisasi Meteorologi Dunia, kepada wartawan di Jenewa menurut kantor berita AFP.
Baca Juga: Wali Kota Derna: Korban Tewas Akibat Banjir Bisa Capai 20.000
Badan tersebut mengatakan minggu ini bahwa mereka mengeluarkan peringatan 72 jam sebelum bendungan runtuh, termasuk menghubungi pihak berwenang Libya dan membuat pernyataan kepada media.
Lihat Juga :