5 Fakta Latar Belakang Konflik Sungai Nil Mesir Vs Ethiopia

Jum'at, 15 September 2023 - 14:10 WIB
loading...
A A A
Mesir saat ini mendasarkan pembagian air sungai tersebut pada kesepakatan tahun 1959 yang memberikan 55,5 miliar meter kubik air setiap tahunnya dan Sudan 18,5 miliar meter kubik air setiap tahunnya.

Negara-negara lain tidak diberikan alokasi pada saat itu. Ethiopia bukan pihak dalam perjanjian tersebut dan tidak mengakuinya.

3. Mesir Terlalu Bergantung dengan Sungai Nil

5 Fakta Latar Belakang Konflik Sungai Nil Mesir Vs Ethiopia

Foto/Reuters

Mesir, yang populasinya berkembang pesat mendekati 100 juta jiwa, bergantung pada Sungai Nil untuk sekitar 90% air tawarnya.

Bahkan tanpa memperhitungkan bendungan, negara yang sebagian besar gurun ini kekurangan air. Negara ini mengimpor sekitar setengah produk makanannya dan mendaur ulang sekitar 25 bcm (bank cubic meter) air setiap tahunnya.

Mesir menuduh Ethiopia tidak memperhitungkan risiko kondisi kekeringan seperti yang terjadi di Lembah Nil pada akhir tahun 1970an dan awal tahun 1980an.

Meski mengakui skenario seperti itu tidak mungkin terjadi, Mesir mengatakan negaranya bisa kehilangan lebih dari satu juta lapangan kerja dan USD1,8 miliar produksi ekonomi setiap tahunnya.

Oleh karena itu, mereka menginginkan proses pengisian tahap pertama yang memakan waktu dua tahun dapat diperpanjang, dan Ethiopia dapat menjaminnya sebesar 40 bcm per tahun setelah tahap pertama selesai.

4. Ethiopia Menuding Mesir Mengkolonialisasi Sungai Nil

5 Fakta Latar Belakang Konflik Sungai Nil Mesir Vs Ethiopia

Foto/Reuters

Ethiopia, dengan populasi lebih dari 100 juta orang, menuduh Mesir berusaha mempertahankan cengkeraman era kolonial atas perairan Sungai Nil.

Addis Ababa mengatakan Kairo berusaha menyandera proyek tersebut dengan menerapkan aturan mengenai pengisian dan pengoperasian bendungan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Israel Terus Bombardir...
Israel Terus Bombardir Gaza, Mesir Marah Besar!
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Menlu Rusia: AS Terlibat...
Menlu Rusia: AS Terlibat Langsung dalam Perang Ukraina!
Rekomendasi
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved