Afghanistan-Pakistan Baku Tembak saat Idul Adha, 22 Orang Tewas
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 19:51 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan pasukan Afghanistan telah menembaki kerumunan. "Pasukan Pakistan merespons untuk melindungi populasi lokal kami dan bertindak hanya untuk membela diri," kata kementerian itu, seraya menambahkan bahwa Pakistan segera mengaktifkan saluran militer dan diplomatik untuk meredakan situasi.
Namun, massa di Afghanistan mengatakan kepada Reuters melalui telepon bahwa pasukan keamanan Pakistan telah menembaki kerumunan terlebih dahulu.
Persimpangan perbatasan, yang sebagian besar ditutup selama pandemi Covid-19, dibuka sebentar pada hari Rabu dan telah dibuka kembali pada hari Kamis untuk memungkinkan warga negara dari kedua negara menyeberang untuk merayakan Idul Adha, yang jatuh pada hari Jumat di Afghanistan dan pada hari Sabtu di Pakistan.
Seorang pejabat Chaman mengatakan ketika persimpangan itu tidak dibuka, kerumunan massa berkumpul untuk memprotes. Pusat karantina dan fasilitas pemerintah Pakistan yang memproses penyeberangan dibakar.
Orang-orang di kedua sisi, dengan keluarga dekat dan ikatan suku, selama puluhan tahun telah bergerak bebas melintasi perbatasan. Namun keamanan dan pemantauan semakin ketat baru-baru ini karena kedua negara telah saling menuduh menyediakan tempat perlindungan yang aman bagi para ekstremis.
Namun, massa di Afghanistan mengatakan kepada Reuters melalui telepon bahwa pasukan keamanan Pakistan telah menembaki kerumunan terlebih dahulu.
Persimpangan perbatasan, yang sebagian besar ditutup selama pandemi Covid-19, dibuka sebentar pada hari Rabu dan telah dibuka kembali pada hari Kamis untuk memungkinkan warga negara dari kedua negara menyeberang untuk merayakan Idul Adha, yang jatuh pada hari Jumat di Afghanistan dan pada hari Sabtu di Pakistan.
Seorang pejabat Chaman mengatakan ketika persimpangan itu tidak dibuka, kerumunan massa berkumpul untuk memprotes. Pusat karantina dan fasilitas pemerintah Pakistan yang memproses penyeberangan dibakar.
Orang-orang di kedua sisi, dengan keluarga dekat dan ikatan suku, selama puluhan tahun telah bergerak bebas melintasi perbatasan. Namun keamanan dan pemantauan semakin ketat baru-baru ini karena kedua negara telah saling menuduh menyediakan tempat perlindungan yang aman bagi para ekstremis.
(min)
Lihat Juga :