Seperempat Kota Libya Hilang Disapu Banjir, 1.000 Jenazah Ditemukan

Selasa, 12 September 2023 - 19:49 WIB
loading...
Seperempat Kota Libya...
Seperempat kota Libya, Derna, hilang disapu banjir dan sejauh ini 1.000 jenazah telah ditemukan. Foto/Al Arabiya
A A A
TRIPOLI - Sekitar seperempat kota Derna di Libya timur tersapu banjir setelah bendungan jebol akibat badai, dan sejauh ini lebih dari 1.000 jenazah telah ditemukan. Hal itu diungkapkan seorang menteri di pemerintahan yang mengendalikan kota Derna timur.

“Saya kembali dari Derna. Ini sangat berbahaya. Mayat-mayat tergeletak di mana-mana – di laut, di lembah, di bawah bangunan,” ujar Hichem Chkiouat, Menteri Penerbangan Sipil dan anggota komite darurat, kepada Reuters melalui telepon.

“Jumlah jenazah yang ditemukan di Derna lebih dari 1.000,” ujarnya seperti dilansir dari Al Arabiya, Selasa (12/9/2023).

Dia memperkirakan jumlah korban akhirnya akan sangat besar.

“Saya tidak melebih-lebihkan ketika saya mengatakan bahwa 25 persen kota telah hilang. Banyak sekali bangunan yang runtuh,” ungkapnya.

Baca Juga: Libya Direndam Banjir Akibat Badai, 2.000 Orang Dikhawatirkan Tewas

Seorang jurnalis Reuters dalam perjalanan ke Derna melihat kendaraan terbalik di tepi jalan, pohon-pohon tumbang dan terbengkalai, rumah-rumah terendam banjir. Konvoi bantuan dan pertolongan sedang menuju ke kota itu.

Para pejabat di pemerintahan yang menguasai bagian timur negara yang terpecah itu mengatakan pada hari Senin bahwa setidaknya 2.000 orang telah tewas akibat banjir, meskipun mereka tidak merinci dasar perkiraan tersebut.

Para pejabat mengatakan ribuan orang lainnya hilang akibat banjir, yang menurut mereka telah menyapu seluruh lingkungan setelah bendungan jebol.

Sebuah video yang dibagikan di Facebook, yang tidak dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters, memperlihatkan puluhan mayat ditutupi selimut di trotoar di Derna.

Libya secara politik terbagi antara timur dan barat dan layanan publik telah hancur sejak pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011 yang memicu konflik bertahun-tahun.

Setelah menghantam Yunani pekan lalu, Badai Daniel menyapu Mediterania pada hari Minggu, membanjiri jalan-jalan dan menghancurkan bangunan-bangunan di Derna, dan menghantam permukiman lain di sepanjang pantai, termasuk kota terbesar kedua di Libya, Benghazi.

Baca Juga: Banjir Besar Landa Libya, Kemlu Pastikan Tidak Ada Korban WNI

Pemerintah Libya yang diakui secara internasional di Tripoli tidak menguasai wilayah timur tetapi telah mengirimkan bantuan ke Derna, dan setidaknya satu penerbangan bantuan berangkat dari kota Misrata di bagian barat pada hari Selasa, kata seorang jurnalis Reuters di pesawat tersebut.

"Pesawat pasokan medis darurat membawa 14 ton perbekalan, obat-obatan, peralatan, kantong jenazah dan 87 personel medis dan paramedis, menuju ke Benghazi," kata kepala Pemerintah Persatuan Nasional Libya Abdulhamid al-Dbeibah pada X, dulu Twitter.

“Berita mengenai banjir besar di Libya sungguh mengagetkan. Diperkirakan akan banyak yang tewas dan terluka, terutama di wilayah timur,” Kanselir Jerman Olaf Scholz memposting di X, mengatakan bahwa negaranya siap membantu.

Mesir, Qatar, Iran dan Italia termasuk di antara negara-negara yang menyatakan siap mengirimkan bantuan. Amerika Serikat juga mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan mitra-mitra PBB dan pihak berwenang Libya mengenai cara memberikan upaya bantuan.

Mantan penjabat utusan PBB untuk Libya, Stephanie Williams, mendesak bantuan luar negeri secepatnya, dengan mengatakan bahwa bencana tersebut memerlukan peningkatan segera dalam bantuan internasional dan regional dalam sebuah postingan di X.

Baca Juga: Bertemu Menlu Israel di Italia, Menlu Libya Dipecat
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Mantan Menteri Gaddafi:...
Mantan Menteri Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya dengan Mempercayai AS
Eks Menteri Muammar...
Eks Menteri Muammar Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya Percayai AS
Daftar Negara yang Sudah...
Daftar Negara yang Sudah Buat Buku Panduan Hadapi Perang Dunia III untuk Warganya
Intelijen Inggris dan...
Intelijen Inggris dan Prancis Terlibat Pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi, Ini 3 Motifnya
Ribuan Orang Berkumpul...
Ribuan Orang Berkumpul di Libya untuk Pemakaman Saif al-Islam Gaddafi
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved