Lagi, Pasukan Rusia Berhasil Hancurkan Tank Challenger 2

Minggu, 10 September 2023 - 14:11 WIB
loading...
Lagi, Pasukan Rusia...
Pasukan Rusia kembali berhasil menghancurkan tank Challenger 2 bantuan Inggris kepada Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Pasukan Rusia telah berhasil menghancurkan tank Challenger 2 kedua dari 14 tank yang dipasok London ke Kiev. Begitu laporan media Rusia pada Sabtu waktu setempat, mengutip pemimpin gerakan sipil lokal dari Wilayah Zaporozhye.

Vladimir Rogov, pemimpin gerakan “Kita Bersama dengan Rusia,” mengatakan kepada RIA Novosti bahwa tank itu diduga tidak dapat dioperasikan setelah hanya menerima satu serangan dari rudal Kornet Rusia.

“Tank-tank Inggris telah mengumumkan musim terbuka pada mereka,” kata Rogov, seraya menambahkan bahwa tank kedua dihancurkan oleh pasukan lintas udara Rusia.

"Senjata yang dipasok oleh Inggris sama terbakarnya dengan peralatan Barat lainnya,” kata Rogov seperti disitir dari RT, Minggu (10/9/2023).

Baca Juga: Rudal Anti-Tank Kornet Rusia Jadi Momok Ukraina, Begini Kehebatannya

Aktivis tersebut tidak menyebutkan dari mana sumber informasinya.

Baik Kiev maupun Moskow belum secara resmi mengomentari perkembangan yang dilaporkan sejauh ini. London, yang mengonfirmasi penghancuran tank Challenger 2 pertama di Ukraina awal pekan ini, juga tidak memberikan komentar apa pun.

Tank pertama buatan Inggris yang hancur itu juga dilaporkan terkena rudal Kornet Rusia. Sistem rudal Kornet adalah rudal anti-tank berpemandu portabel yang juga dapat dipasang pada kendaraan. Beberapa modifikasinya mampu menghancurkan tank tempur utama dan kendaraan lapis baja lainnya yang dilengkapi lapis baja reaktif eksplosif pada jarak hingga 10 km.

Pada hari Rabu, video tank Challenger 2 pertama yang diduga terkena rudal Kornet muncul di media sosial. Berdasarkan rekaman itu, tank tersebut benar-benar terbakar akibat hantaman rudal Kornet Rusia.

Baca Juga: Pertama Kalinya, Pasukan Rusia Berhasil Hancurkan Tank Challenger 2 Inggris

Pada saat itu, Menteri Pertahanan Inggris Grant Shapps mengatakan mungkin ada kerugian material di zona konflik, dan London menerima hal itu.

Dia juga mengatakan kepada wartawan bahwa Inggris tidak berencana mengirim tank tambahan ke Kiev untuk mengganti kerugian tersebut.

Inggris mengirim 14 tank Challenger 2 ke Ukraina awal tahun ini sebagai bagian dari upaya bantuan militer besar-besaran dari Barat, yang sebagian besar mencakup tank Leopard 2 buatan Jerman. Pasokan tersebut dimaksudkan untuk serangan balasan Ukraina yang banyak digembar-gemborkan yang akhirnya diluncurkan pada awal Juni.

Sejak itu, pasukan Ukraina tidak memperoleh kemajuan signifikan di garis depan, dan menderita kerugian besar baik personel maupun peralatan. Pada tanggal 5 September 2023, Kiev kehilangan sekitar 66.000 tentara dan 7.600 persenjataan berat dalam operasi musim panasnya, menurut Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu.

Baca Juga: Anggota NATO Mengaku Gunakan Tank dari Museum untuk Latih Pasukan Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran,...
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran, Tangkap 130 Orang termasuk Pejabat Kementerian Urusan Islam
Rekomendasi
Puluhan Siswa SMA Belajar...
Puluhan Siswa SMA Belajar Riset, AI, dan Keberlanjutan secara Langsung
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Trading Waran Terstruktur
Kemendikdasmen Alihkan...
Kemendikdasmen Alihkan Pengelolaan KNIU ke Kementerian Kebudayaan, Fokus Perkuat Peran UNESCO
Berita Terkini
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
Infografis
Putin Isyaratkan Rudal...
Putin Isyaratkan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia akan Gempur Ukraina Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved