Arab Saudi Telah Eksekusi Lebih dari 1.000 Orang sejak Raja Salman Berkuasa

Minggu, 10 September 2023 - 05:14 WIB
loading...
Arab Saudi Telah Eksekusi...
Arab Saudi telah mengeksekusi lebih dari 1.000 orang sejak Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud berkuasa. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Pihak berwenang Arab Saudi telah mengeksekusi lebih dari 1.000 orang sejak Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud berkuasa sejak 2015. Sepanjang tahun ini saja, total102 orang telah dieksekusi di kerajaan tersebut.

Eksekusi terbaru terjadi Kamis lalu, di mana pihak berwenang kerajaan melaksanakan hukuman mati terhadap seorang pria religius yang telantar atas tuduhan membunuh warga ibu kota.

Media pemerintah, Saudi Press Agency (SPA), pada hari Jumat mengumumkan eksekusi terbaru itu tanpa merinci identitas dan kewarganegaraannya.

Baca Juga: Ketika Mohammed bin Salman 'Tabok' Wahhabi untuk Tampilkan Islam Arab Saudi yang Moderat

Kelompok hak asasi manusia (HAM) Amnesty International mengatakan eksekusi yang telah mencapai lebih dari 100 orang itu menjadi sebuah tonggak sejarah baru yang menunjukkan “pengabaian yang mengerikan terhadap hak untuk hidup".

Kantor berita AFP, mengutip data resmi, juga menyebut 102 orang telah dieksekusi pihak berwenang Arab Saudi sepanjang 2023. Jumlah tersebut termasuk 33 orang yang dieksekusi karena terbukti bersalah dalam kasus terkait terorisme.

Sekadar diketahui, Arab Saudi telah melaksanakan 147 hukuman mati pada tahun 2022.

SPA tidak memberikan rincian tentang bagaimana eksekusi dilakukan, mengingat Kerajaan Arab Saudi sering melaksanakan hukuman mati dengan cara dipancung.

Menurut Amnesty, eksekusi ini melemahkan upaya kerajaan untuk meningkatkan citranya dengan menyetujui amandemen sosial dan ekonomi sebagai bagian dari program Visi 2030 yang reformatif.

“Sangat kontras dengan janji berulang-ulang Arab Saudi untuk membatasi penggunaan hukuman mati, pemerintah Saudi telah mengeksekusi [lebih dari] 100 orang tahun ini, hal ini menunjukkan betapa mereka mengabaikan hak untuk hidup,” kata Direktur Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Heba Morayef, seperti dikutip Middle East Monitor, Sabtu (9/9/2023).

"Pembunuhan besar-besaran yang dilakukan pihak berwenang menimbulkan kekhawatiran serius terhadap nyawa para pemuda terpidana mati yang berusia di bawah 18 tahun pada saat kejahatan tersebut terjadi. Pada bulan Agustus saja, Arab Saudi mengeksekusi rata-rata empat orang per minggu," paparnya.

Lebih dari 1.000 Orang Telah Dieksekusi


Menurut Amnesty, pada tahun 2022, Arab Saudi menduduki peringkat ketiga dalam daftar negara yang melaksanakan hukuman mati terbanyak di seluruh dunia.

Arab Saudi telah melakukan lebih dari 1.000 eksekusi sejak Raja Salman bin Abdulaziz berkuasa pada tahun 2015. Angka ini menurut laporan bersama oleh Reprieve dan European-Saudi Organisation for Human Rights, yang diterbitkan pada awal tahun ini.

Sebanyak 69 hukuman mati dilaksanakan pada tahun 2021, 27 eksekusi pada tahun 2020 selama puncak wabah Covid-19 dan 187 pada tahun 2019.

Pada akhir tahun lalu, hukuman mati dilanjutkan kembali terhadap mereka yang dihukum karena kejahatan narkoba setelah penundaan eksekusi selama sekitar tiga tahun. Arab Saudi telah mengeksekusi dua orang tahun ini karena penyelundupan narkoba.

"Kami telah mendokumentasikan banyak kasus di mana pihak berwenang telah menjatuhkan hukuman mati kepada orang-orang karena apa pun mulai dari beberapa tweet hingga pelanggaran terkait narkoba, menyusul persidangan yang sangat tidak adil dan jauh dari standar hak asasi manusia internasional," kata Amnesty.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
Berita Terkini
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Infografis
Jumlah Orang Jepang...
Jumlah Orang Jepang yang Berusia Lebih dari 100 Tahun Catat Rekor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved