Dunia Gelar Tradisi Idul Adha, Ini Beragam Kebiasaan di Sejumlah Negara
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun dirayakan dengan cara yang berbeda, namun makna hari raya Idul Adha akan tetap sama, yakni pengorbanan muslim memberikan apa yang dicintainya, yakni harta yang telah diperoleh. Dengan berkurban, artinya seorang muslim memberikan sebagian hartanya untuk membeli hewan kurban, lalu menyembelihnya, serta memakan dan membagikan dagingnya kepada orang-orang di sekitar.
"Segala ritual yang dilakukan di berbagai negara itu merupakan tradisi untuk mensyukuri dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain meskipun cara yang dilakukan berbeda-beda," papar Yusar.
![Dunia Gelar Tradisi Idul Adha, Ini Beragam Kebiasaan di Sejumlah Negara]()
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memaknai setiap tradisi hari besar seperti Hari Raya Idul Adha sebagai momentum untuk membangun solidaritas antara sesama umat manusia.
"Jadikan hari raya Idul Adha sebagai momentum untuk membangun solidaritas sosial, memperkuat dan mengkokohkan kembali ikatan ukhuwah islamiyah,ukhuwah wathaniyah, ukhuwah insaniyah," jelas Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid. (Lihat videonya: Puluhan Orang Terjaring Razia Masker di Jakarta Pusat)
Tentang perbedaan hewan kurban diberbagai negara, Zainut mengatakan, setiap negara tentunya memiliki ketentuan hewan kurban sendiri, mengikuti kondisinya, yang terpenting hewan kurban tersebut memiliki kondisi yang baik, sehat, dan umur yang cukup. (Aprilia S Andyna)
"Segala ritual yang dilakukan di berbagai negara itu merupakan tradisi untuk mensyukuri dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain meskipun cara yang dilakukan berbeda-beda," papar Yusar.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memaknai setiap tradisi hari besar seperti Hari Raya Idul Adha sebagai momentum untuk membangun solidaritas antara sesama umat manusia.
"Jadikan hari raya Idul Adha sebagai momentum untuk membangun solidaritas sosial, memperkuat dan mengkokohkan kembali ikatan ukhuwah islamiyah,ukhuwah wathaniyah, ukhuwah insaniyah," jelas Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid. (Lihat videonya: Puluhan Orang Terjaring Razia Masker di Jakarta Pusat)
Tentang perbedaan hewan kurban diberbagai negara, Zainut mengatakan, setiap negara tentunya memiliki ketentuan hewan kurban sendiri, mengikuti kondisinya, yang terpenting hewan kurban tersebut memiliki kondisi yang baik, sehat, dan umur yang cukup. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Lihat Juga :