Al-Qur'an Dibakar di Swedia Saat Iduladha, Arab Saudi Mengutuk Keras
Kamis, 29 Juni 2023 - 11:52 WIB
loading...
Pelaku pembakaran Al-Quran diamankan kepolisian Swedia. Foto/arabnews
A
A
A
RIYADH - Pembakaran Al-Qur'an dilakukan ekstremis di Masjid Pusat Stockholm di Swedia selama liburan Iduladha.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arab Saudi mengutuk keras tindakan penuh kebencian tersebut.
“Tindakan penuh kebencian dan berulang ini tidak dapat diterima dengan pembenaran apa pun, dan tindakan tersebut jelas-jelas menghasut kebencian, pengucilan dan rasisme, dan secara langsung bertentangan dengan upaya internasional yang berupaya menyebarkan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan penolakan terhadap ekstremisme, serta merusak rasa saling menghormati yang diperlukan untuk hubungan antara masyarakat dan negara,” papar pernyataan Kemlu Arab Saudi.
Seorang pria didakwa oleh polisi Swedia dengan "hasutan terhadap kelompok etnis" setelah penodaan dan pembakaran halaman Al-Qur'an di luar masjid utama di Stockholm.
Salwan Momika (37) yang melarikan diri dari Irak ke Swedia beberapa tahun lalu, mengatakan ingin menekankan pentingnya kebebasan berbicara.
“Ini adalah demokrasi. Ini dalam bahaya jika mereka memberi tahu kita bahwa kita tidak bisa melakukan ini,” tegas dia.
Baca juga: Baku Tembak Pecah Dekat Konsulat AS di Jeddah Arab Saudi, 2 Orang Tewas
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arab Saudi mengutuk keras tindakan penuh kebencian tersebut.
“Tindakan penuh kebencian dan berulang ini tidak dapat diterima dengan pembenaran apa pun, dan tindakan tersebut jelas-jelas menghasut kebencian, pengucilan dan rasisme, dan secara langsung bertentangan dengan upaya internasional yang berupaya menyebarkan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan penolakan terhadap ekstremisme, serta merusak rasa saling menghormati yang diperlukan untuk hubungan antara masyarakat dan negara,” papar pernyataan Kemlu Arab Saudi.
Seorang pria didakwa oleh polisi Swedia dengan "hasutan terhadap kelompok etnis" setelah penodaan dan pembakaran halaman Al-Qur'an di luar masjid utama di Stockholm.
Salwan Momika (37) yang melarikan diri dari Irak ke Swedia beberapa tahun lalu, mengatakan ingin menekankan pentingnya kebebasan berbicara.
“Ini adalah demokrasi. Ini dalam bahaya jika mereka memberi tahu kita bahwa kita tidak bisa melakukan ini,” tegas dia.
Baca juga: Baku Tembak Pecah Dekat Konsulat AS di Jeddah Arab Saudi, 2 Orang Tewas
Lihat Juga :