alexametrics

Dunia Gelar Tradisi Idul Adha, Ini Beragam Kebiasaan di Sejumlah Negara

loading...
Di hari kedua Idul Adha, orang Maroko biasanya mengolah daging menjadi barbeque, serta salad dan batbout, yaitu roti berbentuk datar yang dimasak di dalam wajan.

Jika di Maroko memiliki hidangan spesial saat merayakan Idul Adha, umat Islam di Inggris menggelar pasar malam sebagai salah satu bentuk perayaan Idul Adha. Dilansir dari Timeanddate, pada hari pertama Idul Adha daging kurban seperti sapi dan kambing biasanya diolah menjadi makanan bercitarasa gurih. Namun, menunya tergantung dari tradisi masing-masing keluarga muslim di Inggris, terutama bagi warga peranakan berdarah Timur Tengah, Afrika Utara, Asia Selatan, atau Turki.

Sementara itu, umat muslim di India memang tidak diperbolehkan menyembelih sapi saat Idul Adha. Hal ini dilakukan sebagai rasa toleransi pada umat Hindu di negara tersebut, sebagai gantinya umat muslim di India menyembelih kambing. (Baca juga: Sejarah Kurban dan Kekayaaan Nabi Ibrahim yang Mencapai 12.000 Ekor Ternak)

"Untuk menjaga perdamaian, umat Islam di India tidak menyembelih sapi, lembu, dan kerbau selama Idul Adha," ucap cendikiawan Islam di India, Syed Hussain Madani, seperti dikutip dari Gotravelly.

Syed Hussain pun menambahkan, hal ini untuk menjaga perasaan warga Hindu, membantu menumbuhkan kerukunan, dan mengirim pesan yang baik tentang Islam dan ajaran yang damai dan cinta kepada non-muslim.

Tradisi berbeda-beda yang diterapkan di setiap negara tersebut membuat perayaan hari raya Idul Adha menjadi berbeda. Hal ini pun ditegaskan oleh Pengamat Sosial Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, setiap hari raya keagamaan atau hari raya besar seperti Idul Adha selalu ada tradisi yang mengikutinya dan harus disambut dengan cara serta suasana berbeda seperti menyajikan hidangan spesial atau hidangan khas.

"Di banyak tradisi, ?agama maupun budaya, menyajikan hidangan khusus, memakai pakaian baru, atau mengadakan kegiatan yang identik dengan hari besar, itu menjadi suatu simbol semangat baru, kesucian, dan sebagainya," kata Devie. (Baca juga: Baru Pertama Potong Hewan Kurban, Ustaz Abdul Somad Dibimbing Juleha)

Sependapat dengan Devi, pengamat budaya, Yusar Rauhan mengatakan, ritual tersebut dilakukan sebagai bentuk perayaan, rasa syukur, menyambut hari yang istimewa, sekaligus kesempatan untuk berdoa.

Meskipun dirayakan dengan cara yang berbeda, namun makna hari raya Idul Adha akan tetap sama, yakni pengorbanan muslim memberikan apa yang dicintainya, yakni harta yang telah diperoleh. Dengan berkurban, artinya seorang muslim memberikan sebagian hartanya untuk membeli hewan kurban, lalu menyembelihnya, serta memakan dan membagikan dagingnya kepada orang-orang di sekitar.

"Segala ritual yang dilakukan di berbagai negara itu merupakan tradisi untuk mensyukuri dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain meskipun cara yang dilakukan berbeda-beda," papar Yusar.
halaman ke-2 dari 3
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak