AS: Serbuan Rudal ke Suriah Warning bagi Rezim Kim Jong-un!

Senin, 10 April 2017 - 07:37 WIB
AS: Serbuan Rudal ke...
AS: Serbuan Rudal ke Suriah Warning bagi Rezim Kim Jong-un!
A A A
WASHINGTON - Serbuan rudal-rudal jelajah Tomahawk terhadap Suriah pekan lalu telah dirancang sebagai warning atau peringatan keras bagi rezim Kim Jong-un, penguasa Korea Utara (Korut). Peringatan ini disampaikan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson.

”Jika Anda melanggar perjanjian internasional, jika Anda gagal untuk memenuhi komitmen, jika Anda menjadi ancaman bagi orang lain, respons di beberapa titik kemungkinan akan dilakukan,” kata Tillerson dalam program “This Week” di stasiun televisi ABC, semalam.

AS meluncurkan 59 rudal jelajah Tomahawk pada Kamis malam atau Jumat dini hari waktu Suriah terhadap pangkalan udara Shayrat, Homs, yang diyakini AS sebagai lokasi pasukan rezim Presiden Bashar Assad meluncurkan serangan senjata kimia. Dugaan serangan senjata kimia mengerikan itu terjadi di Khan Sheikhoun, Idlib, yang menewaskan lebih dari 85 orang, termasuk banyak bocah yang tak bersalah.

Baca juga:
Pakar Sebut Serangan AS ke Suriah Bikin Kim Jong-un Bersembunyi

Menlu Tillerson mengatakan serangan terbaru Amerika itu juga dimaksudkan untuk mengirim pesan ke Pyongyang, yang dalam beberapa pekan terakhir menguji tembak beberapa rudal balistik.

”Jika kita menilai bahwa mereka telah menyempurnakan jenis sistem pengiriman (rudal balistik antarbenua) maka akan menjadi tahap yang sangat serius dari pengembangan lebih lanjut,” ujar Tillerson saat ditanya apakah Presiden Donald Trump akan mempertimbangkan pengembangan rudal balistik antarbenua Korut sebagai kategori melewati “garis merah”.

”Saya pikir ada pandangan bersama dan tidak ada silang pendapat tentang berapa berbahayanya situasi yang telah terjadi,” kata Tillerson, yang dikutip Senin (10/4/2017).

Komentar Menlu Tillerson ini muncul setelah Pentagon pada Sabtu malam untuk mengerahkan armada kapal induk ke Semenanjung Korea untuk mendekati wilayah Korut.

Penasihat Keamanan Nasional Trump, H.R. McMaster, menyebut langkah AS sebagai hal yang "prudent". ”Ini adalah sebuah rezim nakal yang kini (menjadi) rezim berkemampuan nuklir, sehingga Presiden telah meminta kami untuk siap guna memberinya berbagai macam pilihan untuk melenyapkan ancaman terhadap rakyat Amerika, sekutu dan mitra di wilayah itu,” kata McMaster dalam program "Fox News Sunday”.

Pada hari Minggu, para pejabat Korut menyebut aksi AS di Suriah sebagai “agresi tak termaafkan”. Korut mengklaim serangan AS itu membuktikan bahwa kepemilikan senjata nuklir Pyongyang dibenarkan untuk melindungi diri terhadap Washington yang bergerak sembrono untuk perang.
(mas)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
1 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
2 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
3 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
4 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
5 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
6 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved