Gedung Putih Sangkal Klaim Para Staf Perlakukan Biden Seperti Bayi

Rabu, 06 September 2023 - 08:50 WIB
loading...
Gedung Putih Sangkal...
Presiden AS Joe Biden. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre baru-baru ini mengatakan klaim bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden diperlakukan seperti bayi oleh para staf Gedung Putih adalah “konyol.”

Komentar tersebut muncul pada konferensi pers Selasa (5/9/2023) setelah Jean-Pierre ditanya tentang kutipan dari biografi baru Gedung Putih oleh penulis Franklin Foer, berjudul The Last Politician: Inside Joe Biden’s White House and the Struggle for America’s Future atau Politisi Terakhir: Di Dalam Gedung Putih Joe Biden dan Perjuangan untuk Masa Depan Amerika.

Dalam buku tersebut, Foer menulis Biden mengeluh kepada teman-temannya karena diperlakukan seperti “balita” setelah staf Gedung Putih harus menarik kembali pernyataan yang dibuatnya tentang Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Daripada mengakui kegagalannya,” tulis Foer, “(Biden) mengomel kepada teman-temannya tentang bagaimana dia diperlakukan seperti balita. Apakah John Kennedy pernah diasuh seperti itu?”

Ketika ditanya mengapa staf Gedung Putih memperlakukan presiden Amerika Serikat seperti bayi, Jean-Pierre menyebut pernyataan tersebut “konyol.”

“Tidak ada seorang pun yang memperlakukan presiden Amerika Serikat, sang panglima tertinggi, seperti bayi. Itu konyol, itu klaim yang konyol,” tegas dia.

Sekretaris pers lebih lanjut menambahkan, Gedung Putih telah melihat kutipan tersebut dengan lebih konteks dan menegaskan kutipan tersebut menyampaikan “poin yang berlawanan secara keseluruhan” dan memuji nilai dari “pengalaman dan kebijaksanaannya.”

Baca juga: Ukraina Dilaporkan Bayar Rp269 Miliar untuk Drone Abal-abal

Pada Maret 2022 saat berpidato di Warsawa, Polandia, Biden membahas konflik di Ukraina. Dalam pidatonya, dia melontarkan komentar tentang Putin yang terkesan menganjurkan pergantian rezim. “Demi Tuhan, orang ini tidak bisa tetap berkuasa,” ujar Biden.

Para pejabat Gedung Putih dengan cepat menarik kembali pernyataan tersebut, dengan menyatakan, “Maksud Presiden adalah bahwa Putin tidak boleh diizinkan menjalankan kekuasaan atas negara-negara tetangganya di wilayah tersebut. Dia tidak membahas kekuasaan Putin di Rusia, atau perubahan rezim.”

Foer menegaskan dalam bukunya bahwa, “Biden tahu bahwa dia telah melakukan kesalahan, namun kemudian membenci para ajudannya karena menciptakan kesan bahwa mereka harus membereskan kekacauannya.”

Jajak pendapat pada akhir Agustus menunjukkan 75% pemilih terdaftar percaya Biden terlalu tua untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua, termasuk dua pertiga dari anggota Partai Demokrat.

Survei lain menunjukkan 70% warga Amerika tidak ingin Biden mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua, dan separuhnya menyebut usia sebagai faktor utama.

Foer mengatakan dalam tur media untuk buku tersebut bahwa "tidak akan terlalu mengejutkan" jika Biden mundur dari pemilu presiden tahun 2024.

Biden meremehkan usianya sebagai penghalang kinerjanya sebagai presiden. “Saya bahkan tidak bisa menebak berapa umur saya, saya bahkan tidak bisa menyebutkan nomornya. Itu tidak terdaftar pada saya,” ujar dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Obama: Trump Mungkin...
Obama: Trump Mungkin Diseret Navy SEAL Keluar Gedung Putih
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved