Xi Jinping Tidak Hadiri KTT G20, Joe Biden Kecewa
Selasa, 05 September 2023 - 03:24 WIB
loading...
A
A
A
Kedua negara tidak sepakat mengenai berbagai masalah, seperti invasi Rusia ke Ukraina, hak asasi manusia di Xinjiang dan Hong Kong, klaim teritorial atas Taiwan dan Laut Cina Selatan, serta pembatasan ekonomi yang membatasi akses Beijing terhadap komponen-komponen teknologi tinggi.
Dalam upaya untuk meningkatkan hubungan, serangkaian pejabat tinggi AS telah melakukan perjalanan ke China dalam beberapa bulan terakhir. Mereka termasuk Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Menteri Keuangan Janet Yellen, dan Utusan Khusus AS untuk Iklim John Kerry.
Sementara itu, Xi Jinping terus menggambarkan Beijing sebagai pemimpin negara berkembang, menggalang dukungan terhadap alternatif tatanan dunia yang dipimpin Washington.
Dalam kunjungannya ke Afrika Selatan bulan lalu untuk bertemu dengan para pemimpin negara-negara BRICS, Jinping mengkritik hegemoni Barat dan mendesak negara-negara berkembang untuk melepaskan beban kolonialisme dalam pidatonya.
BRICS aslinya mengacu pada lima negara yang terdiri dari negara-negara berkembang, termasuk Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
Enam negara baru – Argentina, Mesir, Iran, Ethiopia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab – akan bergabung pada bulan Januari mendatang, yang secara luas dipandang sebagai kemenangan diplomatik bagi Beijing.
Baca Juga: China Peringatkan Negara ASEAN: Tragedi Ukraina Jangan Sampai Terjadi di Asia
Dalam upaya untuk meningkatkan hubungan, serangkaian pejabat tinggi AS telah melakukan perjalanan ke China dalam beberapa bulan terakhir. Mereka termasuk Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Menteri Keuangan Janet Yellen, dan Utusan Khusus AS untuk Iklim John Kerry.
Sementara itu, Xi Jinping terus menggambarkan Beijing sebagai pemimpin negara berkembang, menggalang dukungan terhadap alternatif tatanan dunia yang dipimpin Washington.
Dalam kunjungannya ke Afrika Selatan bulan lalu untuk bertemu dengan para pemimpin negara-negara BRICS, Jinping mengkritik hegemoni Barat dan mendesak negara-negara berkembang untuk melepaskan beban kolonialisme dalam pidatonya.
BRICS aslinya mengacu pada lima negara yang terdiri dari negara-negara berkembang, termasuk Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
Enam negara baru – Argentina, Mesir, Iran, Ethiopia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab – akan bergabung pada bulan Januari mendatang, yang secara luas dipandang sebagai kemenangan diplomatik bagi Beijing.
Baca Juga: China Peringatkan Negara ASEAN: Tragedi Ukraina Jangan Sampai Terjadi di Asia
(ian)
Lihat Juga :