Alasan Jepang Buang Limbah Nuklir Fukushima ke Laut, Sains Jadi Dalih Pembenaran

Kamis, 31 Agustus 2023 - 10:45 WIB
loading...
A A A
James Smith, profesor ilmu lingkungan dan geologi di Universitas Portsmouth, mengatakan bahwa "secara teori, Anda dapat meminum air ini", karena air limbah telah diolah ketika disimpan dan kemudian diencerkan.

Fisikawan David Bailey, yang menjalankan laboratorium Prancis yang mengukur radioaktivitas, setuju, dan menambahkan: “Kuncinya adalah berapa banyak tritium yang ada di sana."

“Pada tingkat tersebut, tidak ada masalah dengan spesies laut, kecuali kita melihat penurunan populasi ikan yang parah, misalnya,” ujarnya.

Namun beberapa ilmuwan mengatakan kita tidak dapat memprediksi dampak pelepasan air tersebut.

Profesor Amerika Serikat Emily Hammond, pakar hukum energi dan lingkungan di Universitas George Washington, mengatakan: “Tantangan radionuklida (seperti tritium) adalah bahwa radionuklida menimbulkan pertanyaan yang tidak dapat dijawab sepenuhnya oleh ilmu pengetahuan; yaitu, pada tingkat paparan yang sangat rendah, apa yang bisa dianggap aman?"

“Seseorang dapat memiliki kepercayaan yang besar terhadap pekerjaan IAEA namun tetap menyadari bahwa kepatuhan terhadap standar tidak berarti bahwa ada 'nol' konsekuensi lingkungan atau manusia yang disebabkan oleh keputusan tersebut," paparnya.

Asosiasi Laboratorium Kelautan Nasional AS mengeluarkan pernyataan pada bulan Desember 2022 yang mengatakan mereka tidak yakin dengan data Jepang.

Ahli biologi kelautan Robert Richmond, dari Universitas Hawaii, mengatakan kepada BBC: "Kami telah melihat penilaian dampak radiologi dan ekologi yang tidak memadai sehingga membuat kami sangat khawatir bahwa Jepang tidak hanya tidak mampu mendeteksi apa yang masuk ke dalam air, sedimen, dan limbah organisme, tapi jika ya, tidak ada jalan lain untuk menghilangkannya...tidak ada cara untuk mengembalikan jin ke dalam botol."

Kelompok lingkungan seperti Greenpeace melangkah lebih jauh dengan merujuk pada makalah yang diterbitkan oleh para ilmuwan di Universitas South Carolina pada bulan April 2023.

Shaun Burnie, spesialis nuklir senior di Greenpeace Asia Timur, mengatakan tritium dapat menimbulkan "efek negatif langsung" pada tanaman dan hewan jika tertelan, termasuk "berkurangnya kesuburan" dan "kerusakan pada struktur sel, termasuk DNA".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Jakarta Siap Jadi Tuan...
Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Kompetisi Berkuda Internasional Terbesar di Asia
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Berita Terkini
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved