Adakah Pengganti Wagner? 7 Skenario yang Bisa Dimainkan Presiden Putin

Selasa, 29 Agustus 2023 - 12:43 WIB
loading...
Adakah Pengganti Wagner?...
Wagner tetap akan menjadi legenda tentara bayaran Rusia terbaik yang dikenang banyak orang. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Kontraktor militer swasta Wagner yang kuat telah dipecah belah oleh militer Rusia, badan intelijen, dan perusahaan milik negara yang dibiayai oleh oligarki Kremlin.

Kremlin mengatakan pihaknya berselisih mengenai masa depan Grup Wagner, perusahaan militer swasta terbesar dan paling terkenal di Rusia.

“Saya tidak bisa memberi tahu Anda apa pun sekarang, saya tidak tahu. Secara hukum, tidak ada struktur seperti itu,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, dilansir Al Jazeera.

Namun para pengamat mengatakan kepada Al Jazeera bahwa para pejuang Wagner dengan berbagai peralatan tempurnya yang telah teruji dalam perang Ukraina terlalu berharga untuk dibubarkan dan dilepaskan begitu saja.

Apa dan siapa yang tersisa dari Wagner sudah dikoyak oleh militer Rusia, badan intelijen, perusahaan milik negara, dan perusahaan militer swasta (PMC) yang dibiayai oleh sekutu atau oligarki Kremlin – dan bahkan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mungkin akan mendapatkan bagiannya.

Berikut adalah 7 skenario yang dimainkan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai masa depan Wagner.

1. Memanfaatkan Pejuang Wagner yang Berpengalaman

Adakah Pengganti Wagner? 7 Skenario yang Bisa Dimainkan Presiden Putin

Foto/Reuters

Sejak 2014, Wagner mempekerjakan ribuan petarung berpengalaman dengan latar belakang berbeda. Beberapa dari mereka adalah lulusan dari unit militer dan intelijen elit, beberapa berjuang untuk Moskow dalam perang Chechnya, dan beberapa berasal dari kelompok kriminal yang menjamur di bekas Uni Soviet pada tahun 1990an.

Tahun lalu, Wagner merekrut puluhan ribu narapidana dari penjara-penjara Rusia yang dijanjikan gaji besar dan pengampunan presiden. Namun sebagian besar digunakan dalam apa yang dikenal sebagai pengorban sia-sia terhadap Ukraina.

Hanya sedikit yang selamat ketika pasukan Ukraina kehabisan tenaga dan menghentikan serangan balasan Kyiv, dan bahkan lebih sedikit lagi yang bertahan.

Baca Juga: 7 Fakta Kepedihan Tentara Gurkha Nepal atas Rencana Pengurangan Jumlah Tentara India

2. Manajemen Baru Wagner

Adakah Pengganti Wagner? 7 Skenario yang Bisa Dimainkan Presiden Putin

Foto/Reuters

Mengingat kehebatan para pejuang Wagner yang selamat di medan perang, pertanyaan terbesarnya adalah apakah Kremlin akan mencoba mempertahankan Wagner di bawah manajemen baru – atau membuat replikanya secara utuh.

Tak bisa disangkal jika apa yang membuat Wagner menonjol adalah kecerdasan bisnis dan karisma jahat Prigozhin, yang pemikirannya yang out-of-the-box, cabul, hingga kecaman megalomaniak. Kemudian, pembangkangan Prigozhin belum pernah terjadi sebelumnya di masa pemerintahan Presiden Vladimir Putin di Rusia – dan akan membuat banyak penjahat dalam film James Bond pucat pasi.

Mantan narapidana berusia 62 tahun – yang dulu dikenal sebagai “koki Putin” dan masuk daftar hitam di Barat – membangun kerajaan bisnis yang memperdagangkan hidrokarbon Suriah, berlian Afrika, emas, kayu, dan bahan mentah.

Dia menandatangani kesepakatan keamanan yang menguntungkan dengan para otokrat sub-Sahara, menjalankan bisnis katering dan hotel di Rusia, dan meluncurkan kelompok troll yang ikut campur dalam pemilu dari Madagaskar hingga Amerika Serikat dan melahirkan outlet media dan saluran Telegram.

Wagner hanyalah permata yang paling terlihat di mahkotanya.

3. Mempertahankan Keunikan Wagner

Adakah Pengganti Wagner? 7 Skenario yang Bisa Dimainkan Presiden Putin

Foto/Reuters

“Wagner lebih dari sekedar PMC,” kata John Lechner, seorang penulis AS yang sedang menulis buku tentang Prigozhin yang merangkum penelitian bertahun-tahun di Afrika, Timur Tengah, Rusia dan Ukraina. “Tidak ada hal seperti ini yang dapat menggantikan Prigozhin dalam waktu dekat.”

Pakar militer terkemuka Ukraina setuju dengan hal tersebut.

“Wagner memiliki keunikan tersendiri, dan Anda perlu memuji Prigozhin atas hal itu,” ujar Letnan Jenderal Ihor Romanenko, mantan wakil kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, mengatakan kepada Al Jazeera.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved