Jerman Akui Kegagalan Intelijen dalam Konflik Ukraina

Jum'at, 25 Agustus 2023 - 17:32 WIB
loading...
A A A
Lamby mengatakan dia melakukan wawancara pada tanggal 23 Juni. Pada bulan April, Wakil Kanselir mengatakan kepada wartawan bahwa BND juga membuat kesalahan penilaian yang serius segera setelah dimulainya konflik dengan menyatakan bahwa dalam 48 jam Presiden Rusia Vladimir Putin akan menduduki seluruh Ukraina, kata sang menteri, seraya menyatakan bahwa hal ini tidak terjadi. Alhasil, Berlin baru memutuskan memberikan bantuan militer ke Kiev dua hari setelah konflik pecah.

BND telah berulang kali menghadapi tuduhan ketidakmampuan di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Moskow dan Kiev. Pada bulan Februari 2022, media Jerman melaporkan bahwa dinas tersebut tidak menyadari potensi ancaman konflik sehingga pimpinannya, Bruno Kahl, melakukan perjalanan ke Kiev tak lama sebelum dimulainya operasi Moskow.

Kepala mata-mata tersebut kemudian gagal melakukan evakuasi tepat waktu bersama diplomat dan agen intelijen Jerman lainnya, sehingga mendorong BND mengirimkan tim agen untuk menjemput bos mereka. Kahl akhirnya dibawa ke Polandia dengan konvoi kendaraan saat konflik sedang berlangsung.

Pada awal Juli, media Jerman juga melaporkan bahwa BND gagal segera memberi tahu pemerintah tentang pemberontakan di Rusia yang terjadi pada akhir Juni. Pada saat itu, Kanselir Olaf Scholz mengatakan kepada wartawan bahwa mata-mata Jerman “tidak mengetahui sebelumnya” tentang rencana perusahaan militer swasta Rusia Wagner Group dan hanya melaporkan apa yang dapat diamati.

Baca Juga: Jerman Segera Kirim Drone Tercanggih ke Ukraina, Punya Daya Jelajah Ratusan Kilometer
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Iran Bombardir Kompleks...
Iran Bombardir Kompleks Pasukan AS di Yordania, Klaim Tewaskan Banyak Personel
Rekomendasi
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
Hepatitis Merusak Hati...
Hepatitis Merusak Hati Diam-Diam, Kenali Tanda dan Cara Mencegahnya
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Berita Terkini
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved