Bos Wagner Yevgeny Prigozhin, dari Chef Pribadi Putin Menjadi Pemberontak Rusia

Kamis, 24 Agustus 2023 - 08:59 WIB
loading...
A A A
Kedua pria ini sudah saling kenal sejak tahun 1990-an. Mereka dilaporkan bertemu setelah Prigozhin dibebaskan usai menjalani hukuman sembilan tahun penjara karena penipuan dan perampokan. Ini menurut laporan media Rusia.

Baca Juga: Kronologi Pesawat Jatuh Diduga Tewaskan Bos Wagner Prigozhin, Jet Turun Dramatis

Setelah keluar dari penjara, dia terjun ke bisnis katering. Putin berpaling kepadanya untuk menyediakan makanan untuk pesta ulang tahunnya serta makan malam dengan para pemimpin yang berkunjung, termasuk Presiden AS George Bush dan Jacques Chirac dari Perancis.

Sebuah headline di The Moscow Times pernah menyebut Prigozhin sebagai “Chef Pribadi” Putin.

Prigozhin kemudian memenangkan kontrak katering yang menguntungkan untuk sekolah dan angkatan bersenjata Rusia. Dia mengantar Putin berkeliling pabrik pengolahan makanan barunya pada tahun 2010. Saat itu dia sudah menjadi orang dalam Kremlin dengan kerajaan komersial yang berkembang.

Transformasinya dari oligarki kaya menjadi panglima perang brutal terjadi setelah gerakan separatis yang didukung Rusia pada tahun 2014 di Donbas di Ukraina timur.

Prigozhin mendirikan Wagner pada tahun itu sebagai kelompok tentara bayaran yang berjuang di Ukraina dan, semakin banyak, untuk tujuan yang didukung Rusia di seluruh dunia.

Dia mula-mula menyangkal hubungannya dengan kelompok tentara bayaran tersebut meskipun ada bukti yang sebaliknya.

CNN telah melacak tentara bayaran Wagner di Republik Afrika Tengah, Sudan, Libya, Mozambik, Mali, Ukraina, dan Suriah. Selama bertahun-tahun mereka telah mengembangkan reputasi yang mengerikan dan telah dikaitkan dengan berbagai pelanggaran hak asasi manusia.

Sementara itu, kerajaan bisnisnya segera meluas melampaui dapur dan medan perang. Dia juga mendirikan "peternakan troll" Rusia di St Petersburg, Internet Research Agency (IRA), di mana para provokator dibayar oleh Prigozhin untuk mengganggu dan melemahkan pemilihan presiden AS tahun 2016.

Departemen Keuangan AS memberikan sanksi kepada IRA pada tahun 2018, dengan tuduhan bahwa mereka “menciptakan dan mengelola sejumlah besar persona online palsu yang menyamar sebagai warga AS yang sah, termasuk organisasi akar rumput, kelompok kepentingan, dan partai politik negara bagian di media sosial".

Setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, Wagner—yang didukung oleh narapidana Rusia yang dibujuk secara pribadi oleh Prigozhin dengan janji pengampunan dan gaji yang tinggi—menjadi pusat perhatian. Pasukannya sangat terlibat dalam merebut kota Soledar dan Bakhmut di Ukraina.

Prigozhin pun berubah dari sosok yang pemalu di depan kamera menjadi bintang media sosial, mengambil peran yang jauh lebih aktif di garis depan dibandingkan pendukung Kremlin mana pun.

Ketika kampanye reguler tentara Rusia terhambat oleh kemunduran dan disorganisasi, dia dan para tentara bayaran Wagner menjadi satu-satunya yang mampu memberikan kemajuan nyata bagi pihak Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Trump Tuduh China Intervensi...
Trump Tuduh China Intervensi Pilpres AS 2020 sehingga Kalah dari Joe Biden
Rekomendasi
Ramalan Juni Indonesia...
Ramalan Juni Indonesia Kolaps, Prabowo: Ini Udah Juli!
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Mampukah Messi Goyang Dominasi Eropa?
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Berita Terkini
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Infografis
3 Alasan Rusia Bisa...
3 Alasan Rusia Bisa Ubah Prancis Menjadi Chernobyl Raksasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved