Pesawat Tempur Rusia Bombardir Pangkalan Pemberontak Suriah, 8 Tewas

Senin, 21 Agustus 2023 - 22:21 WIB
loading...
Pesawat Tempur Rusia...
Pesawat tempur Rusia bombardir pangkalan pemberontak Suriah di Idlib, menewaskan 8 milisi. Foto/REUTERS
A A A
IDLIB - Pesawat tempur Rusia telah membombardir pangkalan milik Hayat Tahrir al-Sham (HTS), salah satu faksi pemberontak Suriah, pada Senin (21/8/2023) dini hari.

Menurut kelompok pemantau perang Suriah, serangan udara ini terjadi di wilayah barat laut negara tersebut.

“Pesawat tempur Rusia melakukan serangan udara di pinggiran barat kota Idlib, menargetkan pangkalan militer milik Hayat Tahrir al-Sham (HTS)...menewaskan sedikitnya delapan milisi," kata Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak asasi Manusia.

Beberapa milisi lainnya terluka dalam serangan tersebut, dengan beberapa dalam kondisi kritis.

Observatorium, yang berbasis di Inggris, mengandalkan jaringan sumber yang luas di dalam Suriah untuk setiap informasinya.

Baca Juga: Jet Tempur AS dan Rusia Kembali Konfrontasi, Kali Ini F-35 dan Su-35 Nyaris Tabrakan

Kelompok jihadis HTS, yang dipimpin oleh mantan afiliasi al-Qaeda Suriah, menguasai sebagian besar provinsi Idlib, yang sebagian merupakan benteng terakhir oposisi bersenjata yang menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

HTS juga menguasai bagian dari provinsi Latakia, Hama dan Aleppo yang berdekatan.

Seorang koresponden AFP di lokasi serangan mengatakan kelompok jihadis HTS menutup daerah itu setelah serangan udara Rusia, yang terjadi tak lama setelah tengah malam.

Rusia telah berulang kali menyerang benteng pemberontak di Idlib selama bertahun-tahun.

Perang saudara Suriah pecah sejak 2011 setelah represi pemerintah terhadap demonstrasi damai meningkat menjadi konflik mematikan yang menarik kekuatan asing dan jihadis global.

Moskow adalah sekutu utama Damaskus, dan intervensinya di Suriah sejak 2015 membantu mengubah keadaan menjadi menguntungkan rezim Assad.

Pada 5 Agustus, tiga anggota keluarga, semuanya warga sipil, tewas ketika pesawat tempur Rusia menyerang pinggiran kota Idlib. Serangan ini juga dilaporkan oleh Observatorium.

Pada 25 Juni, lanjut Observatorium, serangan udara Rusia menewaskan sedikitnya 13 orang termasuk sembilan warga sipil di provinsi Idlib, dalam apa yang dikatakan kelompok itu sebagai serangan paling mematikan di Suriah sepanjang tahun ini.

Seorang anggota Partai Islam Turkistan, kelompok jihadis yang didominasi Uighur, termasuk di antara empat milisi yang tewas dalam serangan 25 Juni tersebut, yang juga melukai sedikitnya 30 warga sipil.

Dengan dukungan Rusia dan Iran, Damaskus telah merebut kembali sebagian besar wilayah yang sebelumnya dikuasai kelompok.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari setengah juta orang dan memaksa sekitar setengah dari populasi sebelum perang di negara itu meninggalkan rumah mereka.

Wilayah Idlib yang dikuasai pemberontak adalah rumah bagi sekitar 3 juta orang, sekitar setengah dari mereka mengungsi dari bagian lain negara itu.

Sejak 2020, kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh sekutu Damaskus; Moskow, dan pendukung pemberontak Suriah; Ankara, sebagian besar diadakan di barat laut Suriah, meskipun terjadi bentrokan berkala.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Inggris vs Ghana: The...
Inggris vs Ghana: The Three Lions Menuju Rekor Baru
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Berita Terkini
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
3 Tujuan Rusia Menempatkan...
3 Tujuan Rusia Menempatkan Pesawat Tempur di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved