Mengapa Negara di Benua Afrika Banyak Mengalami Kudeta? Ternyata Ini Jawabannya
Minggu, 20 Agustus 2023 - 15:51 WIB
loading...
A
A
A
Misalnya Chad, Presiden Idriss Deby Itno tewas dalam pertempuran melawan pemberontak pada 19 April 2021. Sehari kemudian, militer Chad mengambil alih kekuasaan dan menunjuk anak Deby, Mahamat Idriss Deby, sebagai pemimpin sementara.
Tak lama setelahnya ada pemberontakan di Mali. Kolonel Assimi Goita melakukan kudeta kedua kalinya pada 24 Mei 2021 dengan menangkap Presiden Bah Ndaw dan Perdana Menteri Mochtar Ouane yang memimpin pemerintahan transisi setelah kudeta pertama pada Agustus 2020. Goita kemudian mengangkat dirinya sebagai presiden transisi.
Baca Juga: Janjikan Masa Transisi 3 Tahun, Pemimpin Kudeta Niger Tak Gentar dengan Intervensi Militer
Jika dilihat dari permasalahannya, setiap negara tentu mempunyai masalah dan pola kudeta yang berbeda. Sehingga tidak bisa diketahui secara pasti penyebab terjadinya kudeta di berbagai negara Afrika.
Namun perlu disadari jika sebenarnya kudeta terjadi karena kurangnya komitmen dan dukungan dari komunitas internasional untuk mempromosikan dan melindungi demokrasi di benua Afrika.
Tak lama setelahnya ada pemberontakan di Mali. Kolonel Assimi Goita melakukan kudeta kedua kalinya pada 24 Mei 2021 dengan menangkap Presiden Bah Ndaw dan Perdana Menteri Mochtar Ouane yang memimpin pemerintahan transisi setelah kudeta pertama pada Agustus 2020. Goita kemudian mengangkat dirinya sebagai presiden transisi.
Baca Juga: Janjikan Masa Transisi 3 Tahun, Pemimpin Kudeta Niger Tak Gentar dengan Intervensi Militer
Jika dilihat dari permasalahannya, setiap negara tentu mempunyai masalah dan pola kudeta yang berbeda. Sehingga tidak bisa diketahui secara pasti penyebab terjadinya kudeta di berbagai negara Afrika.
Namun perlu disadari jika sebenarnya kudeta terjadi karena kurangnya komitmen dan dukungan dari komunitas internasional untuk mempromosikan dan melindungi demokrasi di benua Afrika.
Lihat Juga :