China Terus Tingkatkan Infrastruktur Udara di Tibet dan Xinjiang Dekat Perbatasan India

Sabtu, 19 Agustus 2023 - 12:35 WIB
loading...
A A A
Pengelompokan landasan pacu, terutama di TAR oleh China, memang memungkinkan pertahanan terkonsentrasi tetapi juga dapat membuat Angkatan Udara India melakukan serangan secara terkonsentrasi.

Menurut keterangan sejumlah sumber terbuka, saat ini empat pangkalan China memiliki HAS di dalamnya. Namun, kurangnya penyebaran HAS di masing-masing dari empat lapangan terbang tersebut membuat mereka rentan karena jarak antar-satu unit ke unit lain relatif minimal atau bahkan nihil.

Kesiapan Militer India


Sementara itu, di semua pangkalan depan Angkatan Udara India, masing-masing dilengkapi HAS yang dirancang dan tersebar dengan baik. Semua lapangan udara tingkat satu di sisi India berada di bawah 500 meter dengan sedikit pengecualian di Kashmir dan juga Leh, yang berada di ketinggian lebih dari 3000 meter.

Jumlah lapangan terbang di sisi India banyak, dan selama bertahun-tahun telah ditingkatkan. Lapangan terbang di sisi India terbentang dari Leh di Barat hingga Chabua di Timur.

Jumlah lapangan udara lebih besar dan dengan infrastruktur yang lebih besar daripada di China. Distribusi lapangan terbang India tersebar merata dari sisi barat laut hingga sisi timur negara. Sektor utara memiliki Leh, Thoise, Srinagar, Awantipur, Udhampur, Jammu, Pathankot, Adampur, Chandigarh, Ambala, Hindon, Bareilly, Gorakhpur, Bagdogra, Hasimara, Guwahati dan Jorhat.

Banyak dari lapangan udara tipe Advanced Landing Ground baru milik India telah dibangun, baik di Arunachal maupun di wilayah persatuan Leh. Selain lapangan terbang ini, terdapat juga lapangan udara sipil dalam jumlah sama di sekitar lapangan terbang militer yang sudah mapan, tempat pesawat militer dapat beroperasi saat meletusnya konflik.

Pemerintah dan Angkatan Udara India telah menyadari pentingnya infrastruktur untuk mempertahankan keunggulan, dan telah menerapkan serta merencanakan lebih banyak lagi pembangunan. Ekspansi infrastruktur PLAAF di sisi China bersifat reaktif, dan memberikan pemahaman tentang keterbatasan kepemimpinan militer Beijing dalam merencanakan proyek-proyek semacam itu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved