Dapat Lampu Hijau dari AS, Israel Jual Sistem Pertahan Rudal Arrow 3 ke Jerman

Kamis, 17 Agustus 2023 - 21:32 WIB
loading...
Dapat Lampu Hijau dari...
Dapat lampu hijai dari AS, Israel jual sistem pertahanan rudal Arrow 3 ke Jerman. Foto/The Drive
A A A
TEL AVIV - Kementerian Pertahanan Israel mengatakan Amerika Serikat (AS) telah memberikan lampu hijau untuk menjual sistem pertahanan rudal Arrow 3 ke Jerman .

"Penjualan USD3,5 miliar akan menjadi kesepakatan pertahanan terbesar Israel," kata kementerian itu seperti disitir dari DW, Kamis (17/8/2023).

Menurut pernyataan dari Kementerian Pertahanan Israel, perjanjian pembelian sekarang harus ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan kedua negara dan Israel Aerospace Industries, dengan kontrak akan selesai pada akhir tahun 2023.

"Kontrak itu akan didahului dengan Surat Komitmen yang ditandatangani oleh Israel dan Jerman, dengan pembayaran awal USD600 juta," kata pernyataan itu.

Seorang pejabat pertahanan Israel yang dikutip oleh kantor berita Reuters mengatakan sistem itu diharapkan akan beroperasi penuh di Jerman pada tahun 2030.

Sistem pertahanan rudal Arrow 3, yang dikembangkan bersama oleh badan pertahanan rudal Israel dan AS, dirancang untuk mencegat rudal balistik di atas atmosfer bumi.

Baca Juga: Dituduh Curi Lonceng Kuno dari Museum, Pria Israel Ditangkap di Turki

Jerman mengatakan akan menerima pengiriman Arrow 3 pada kuartal keempat tahun 2025.

Berlin berusaha untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya sehubungan dengan invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, yang telah memicu kekhawatiran keamanan di seluruh Eropa.

Ketua Komite Pertahanan parlemen Jerman, Marie-Agnes Strack-Zimmermann, mengatakan dia "sangat lega" dengan keputusan AS untuk mengizinkan penjualan sistem pertahanan rudal tersebut.

“Ini akan beroperasi pada akhir 2025 dan, atas prakarsa kami, akan menjadi bagian dari sistem pertahanan udara Eropa,” katanya kepada kantor berita Jerman DPA.

Duta Besar Israel di Berlin, Ron Prosor, juga memuji pengumuman tersebut, menyebutnya sebagai "hari bersejarah."

"Untuk pertama kalinya, sistem Israel akan melindungi langit Jerman dan Eropa secara keseluruhan. Kesepakatan sebesar ini tidak akan mungkin terjadi tanpa upaya diplomatik yang intensif," tulisnya di platform X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

Baca Juga: Eks Jenderal Mossad Sebut Israel Memang Apartheid, Membandingkannya dengan Nazi

"Kerja sama yang erat dengan rekan-rekan Jerman kami dalam hal ini menjadi contoh kedalaman hubungan strategis antara Israel dan Jerman," sambungnya.

Pemerintah Jerman telah mempelopori apa yang disebut prakarsa Perisai Langit Eropa, mendesak sekutunya untuk bersama-sama membeli sistem pertahanan udara setelah agresi Rusia terhadap Ukraina. Hampir 20 negara Eropa sejauh ini telah mendaftar.

Apa itu sistem pertahanan rudal Arrow 3?


Sistem pertahanan rudal Arrow 3 terdiri dari pos komando, perangkat radar, peralatan peluncuran dan peluru kendali.

Sistem ini merupakan level tertinggi dari pertahanan misil berlapis-lapis Israel dan dapat menghancurkan senjata penyerang hingga ketinggian lebih dari 100 kilometer.

Rudalnya dilengkapi dengan hulu ledak yang dapat dilepas yang bertabrakan dengan target.

Tingkat intersepsi yang tinggi memungkinkan penghancuran yang aman bahkan dari hulu ledak nuklir dan hulu ledak non-konvensional lainnya.

Baca Juga: Israel dan Hizbullah Saling Ancam: Jika Perang, Anda Akan Kembali ke Zaman Batu
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Kejurnas Atletik 2026...
Kejurnas Atletik 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Generasi Baru Atlet Indonesia
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved