Eks Jenderal Mossad Sebut Israel Memang Apartheid, Membandingkannya dengan Nazi
Selasa, 15 Agustus 2023 - 14:07 WIB
loading...
Amiram Levin, pensiunan jenderal militer Israel yang juga mantan wakil kepala Mossad, akui tindakan negaranya di Tepi Barat sebagai apartheid mutlak. Foto/Avshalom Sassoni/Flash90
A
A
A
TEL AVIV - Seorang pensiunan jenderal militer Israel yang juga mantan wakil kepala Mossad menyebut tindakan negaranya di Tepi Barat sebagai "apartheid absolut". Dia membandingkannya dengan metode yang pernah digunakan oleh Nazi Jerman.
Amiram Levin, yang pernah menjadi kepala Komando Utara Israel—bagian dari angkatan bersenjata yang bertanggung jawab untuk mengawasi wilayah perbatasan Lebanon dan Suriah—mengecam politisi sayap kanan yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di wilayah Palestina.
Kekerasan di Tepi Barat telah meningkat selama 15 bulan terakhir di tengah serangan Israel yang semakin sering, amukan oleh pemukim Yahudi di desa-desa Palestina, dan serangan jalanan Palestina.
Baca Juga: Mossad Berkeliaran di Iran dan Culik Agen Top IRGC
Menurut PBB, setidaknya 196 warga Palestina dan 24 orang di Israel telah tewas selama permusuhan sejak Januari.
Berbicara kepada radio Kan Reshat Bet, Levin mengatakan tidak ada demokrasi di Tepi Barat sejak 1967. "Tentara Israel berdiri dan mengawasi para pemukim yang merajalela, dan mulai terlibat dalam kejahatan perang," ujar mantan petinggi Mossad tersebut, seperti dikutip Arab News, Selasa (15/8/2023).
Dia telah blakblakan di masa lalu dan membuat komentar ekstrem tentang Palestina, termasuk pada 2017 ketika dia mengatakan mereka "pantas" untuk diduduki.
Amiram Levin, yang pernah menjadi kepala Komando Utara Israel—bagian dari angkatan bersenjata yang bertanggung jawab untuk mengawasi wilayah perbatasan Lebanon dan Suriah—mengecam politisi sayap kanan yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di wilayah Palestina.
Kekerasan di Tepi Barat telah meningkat selama 15 bulan terakhir di tengah serangan Israel yang semakin sering, amukan oleh pemukim Yahudi di desa-desa Palestina, dan serangan jalanan Palestina.
Baca Juga: Mossad Berkeliaran di Iran dan Culik Agen Top IRGC
Menurut PBB, setidaknya 196 warga Palestina dan 24 orang di Israel telah tewas selama permusuhan sejak Januari.
Berbicara kepada radio Kan Reshat Bet, Levin mengatakan tidak ada demokrasi di Tepi Barat sejak 1967. "Tentara Israel berdiri dan mengawasi para pemukim yang merajalela, dan mulai terlibat dalam kejahatan perang," ujar mantan petinggi Mossad tersebut, seperti dikutip Arab News, Selasa (15/8/2023).
Dia telah blakblakan di masa lalu dan membuat komentar ekstrem tentang Palestina, termasuk pada 2017 ketika dia mengatakan mereka "pantas" untuk diduduki.
Lihat Juga :