Sistem Rudal Patriot yang Dibeli dari AS Gagal Lumpuhkan Target, Taiwan Bingung

Kamis, 17 Agustus 2023 - 04:43 WIB
loading...
Sistem Rudal Patriot...
Sistem rudal Patriot yang dibeli dari Amerika Serikat gagal lumpuhkan target di udara, Taiwan bergegas luncurkan penyelidikan. Foto/EurAsian Times
A A A
TAIPEI - Sistem rudal Patriot yang dibeli Taiwan dari Amerika Serikat (AS) gagal melumpuhkan target di udara setelah misil interseptornya meledak lebih dulu sebelum mencapai target.

Insiden dalam latihan militer pada 15 Agustus 2023 itu membuat militer Taiwan bingung dan bergegas meluncurkan penyelidikan.

Selama konferensi pers, Kepala Staf Angkatan Udara Jenderal Tsao Chin-ping membenarkan laporan media lokal tentang insiden kegagalan sistem rudal Patriot MIM-104F (PAC-3) buatan AS selama latihan militer.

Tsao mencatat bahwa Angkatan Udara dan Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung Shan (NCSIST), lembaga penelitian utama militer, saat ini sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab di balik ledakan prematur misil Patriot yang tidak terduga itu.

Menurut laporan media lokal, insiden itu menandai kejadian pertama dari kegagalan sistem Patriot buatan AS yang dibeli Taipei.

Baca Juga: Kisah Kru Rudal Patriot Ukraina Tembak Jatuh 5 Pesawat Rusia dalam 2 Menit

Mengutip Liberty Times, Kamis (17/8/2023) sebagai reaksi atas intimidasi militer China yang meningkat, angkatan bersenjata Taiwan mempercepat penilaian berbagai sistem rudal.

Pada pagi hari tanggal 15 Agustus, sekitar pukul 06.30, pangkalan militer Jiupeng dijadwalkan untuk melakukan uji coba rudal Patriot II.

Acara ini menarik minat yang cukup besar dari para penggemar militer yang berkumpul untuk mengamati latihan tersebut. Yang mengejutkan mereka, rudal pertama tiba-tiba meledak tak lama setelah diluncurkan, sebuah insiden tidak biasa yang segera memicu diskusi yang meluas.

Namun, rudal kedua berhasil menetralisir target yang ditentukan. Video yang merekam kejadian tersebut mulai beredar di internet, dengan jelas menggambarkan ledakan prematur dari rudal pertama Patriot.

Sistem pertahanan Patriot telah mengumpulkan banyak perhatian baru-baru ini, terutama untuk keefektifannya di Ukraina melawan rudal Rusia yang masuk, termasuk rudal hipersonik Kinzhal.

Pada bulan Januari, muncul laporan yang menunjukkan penyebaran rudal Patriot MIM-104F (PAC-3) buatan AS di sepanjang garis pantai utara Taiwan.

China juga telah menunjukkan kewaspadaan yang luar biasa terhadap sistem pertahanan rudal buatan Amerika ini. Pada bulan Mei, Tokyo juga mengerahkan sistem pertahanan rudal Patriot di Pulau Miyako, tindakan yang menuai kritik dari para pakar China.

Sementara itu, Menteri Pertahanan China Jenderal Li Shangfu mengatakan pada Konferensi Moskow ke-11 tentang Keamanan Internasional bahwa setiap upaya untuk "bermain api" dengan memicu ketegangan atas Taiwan dan rencana untuk menggunakan pulau itu untuk menahan China pasti akan gagal.

“Bermain dengan api mengenai masalah Taiwan atau mencoba menggunakannya untuk mengekang China pasti akan gagal,” kata Jenderal Li.

“Masalah Taiwan adalah masalah internal RRC [Republik Rakyat China], yang tidak mentoleransi campur tangan eksternal. Reunifikasi China [sejalan dengan] tren sejarah,” imbuh Li.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
Berita Terkini
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved