Absen selama 50 Tahun, Apa Alasan Rusia Kembali Semangat Kirim Misi ke Bulan?

Jum'at, 11 Agustus 2023 - 04:04 WIB
loading...
A A A
“Mempelajari bulan bukanlah tujuannya,” kata Egorov. “Tujuannya adalah persaingan politik antara dua negara adidaya – China dan AS – dan sejumlah negara lain yang juga ingin mengklaim gelar adidaya antariksa.”

Pelabuhan antariksa adalah proyek kesayangan Presiden Rusia Vladimir Putin dan merupakan kunci upayanya untuk menjadikan Rusia negara adidaya luar angkasa dan memindahkan peluncuran Rusia dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan.

Berbicara di Kosmodrom Vostochny tahun lalu, Putin mengatakan Uni Soviet telah mengirim orang pertama ke luar angkasa pada tahun 1961 meskipun rezim sanksi "total".

Dia mengatakan Rusia akan mengembangkan program bulannya meskipun hukuman ekonomi Barat mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya selama perang Ukraina.

“Kami dibimbing oleh ambisi nenek moyang kami untuk maju, terlepas dari kesulitan apa pun dan terlepas dari upaya eksternal untuk mencegah kami bergerak,” kata Putin.

Upaya India sebelumnya untuk mendarat di kutub selatan bulan pada 2019 berakhir ketika pendarat itu menabrak permukaan bulan.

Kutub selatan bulan sangat menarik bagi para ilmuwan, yang percaya bahwa kawah kutub yang tertutup bayangan secara permanen mungkin mengandung air. Air beku di bebatuan dapat diubah oleh penjelajah masa depan menjadi udara dan bahan bakar roket.

“Bulan sebagian besar tidak tersentuh dan seluruh sejarah bulan tertulis di wajahnya,” kata Ed Bloomer, seorang ahli astronomi di Observatorium Kerajaan Inggris, Greenwich. “Ini murni dan tidak seperti apa pun yang Anda dapatkan di Bumi. Itu adalah laboratoriumnya sendiri.”

Luna-25 akan mengambil sampel batuan dan debu bulan. Sampel sangat penting untuk memahami lingkungan bulan sebelum membangun pangkalan apa pun di sana. "Kika tidak, kita dapat membangun sesuatu dan harus menutupnya enam bulan kemudian karena semuanya telah dihancurkan secara efektif," kata Bloomer.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Detik-Detik Truk yang...
Detik-Detik Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu, 8 Tewas!
Rekomendasi
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
FITK UIN Sunan Kalijaga...
FITK UIN Sunan Kalijaga Borong 6 Penghargaan Bergengsi di PD-PGMI Indonesia Award 2026
Sidang Gugatan Hak Asuh...
Sidang Gugatan Hak Asuh Anak Ruben Onsu Akan Digelar Tertutup, Ini Alasannya
Berita Terkini
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Infografis
Prodi Paling Banyak...
Prodi Paling Banyak Dibutuhkan Selama 5 Tahun ke Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved