Absen selama 50 Tahun, Apa Alasan Rusia Kembali Semangat Kirim Misi ke Bulan?

Jum'at, 11 Agustus 2023 - 04:04 WIB
loading...
Absen selama 50 Tahun,...
Rusia kembali mengirimkan misi ke bulan. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Rusia dijadwalkan untuk meluncurkan misi pertamanya ke bulan dalam hampir 50 tahun. Itu sebagai bentuk perlombaan luar angkasa dengan India yang juga bertujuan untuk mendaratkan pesawat bulan Juli.

Peluncuran pesawat Luna-25 ke bulan pada Jumat (11/8/2023) akan menjadi yang pertama Rusia sejak 1976 ketika menjadi bagian dari Uni Soviet dan akan dilakukan tanpa bantuan dari Badan Antariksa Eropa, yang mengakhiri kerja sama dengan Rusia setelah invasi ke Ukraina.

"Peluncuran dari Kosmodrom Vostochny di Timur Jauh dijadwalkan pada pukul 02:11 waktu Moskow pada Jumat," ungkap badan antariksa Rusia Roscosmos, dilansir Al Jazeera,

Baca Juga: Mengapa Sanksi Barat Tidak Melemahkan Pengembangan Teknologi Militer Rusia?

Wahana pendarat berkaki empat ini memiliki berat sekitar 800 kilogram dan akan mencapai orbit bulan sekitar lima hari kemudian.

Diperkirakan akan mencapai bulan pada 23 Agustus, sekitar hari yang sama dengan pesawat India yang diluncurkan pada 14 Juli.

Absen selama 50 Tahun, Apa Alasan Rusia Kembali Semangat Kirim Misi ke Bulan?

Foto/Reuters

Modul kedua negara menuju kutub selatan bulan, area di mana tidak ada pesawat ruang angkasa yang mendarat dengan mulus. Hanya tiga pemerintah yang berhasil melakukan pendaratan di bulan: Uni Soviet, Amerika Serikat, dan China.

Roscosmos mengatakan modul itu akan beroperasi selama satu tahun dan "mengambil dan menganalisis sampel tanah dan melakukan penelitian ilmiah jangka panjang" pada material permukaan bulan dan atmosfer.

Proyek itu ingin menunjukkan Rusia “adalah negara yang mampu mengirimkan muatan ke bulan,” dan “memastikan jaminan akses Rusia ke permukaan bulan”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Ekstrem! Pasangan Ini...
Ekstrem! Pasangan Ini Panjat Ujung Antena Empire State Building New York untuk Lamaran
Rekomendasi
Jokowi Pasti Hadir ke...
Jokowi Pasti Hadir ke Persidangan dan Tunjukkan Ijazah
Seluruh Laporan Keuangan...
Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
Peradi Profesional Sebut...
Peradi Profesional Sebut Peran Penting Advokat Menjaga Kualitas Sistem Peradilan
Berita Terkini
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved