Oposisi Denmark Protes Rencana Pelarangan Pembakaran Al-Quran

Sabtu, 05 Agustus 2023 - 04:41 WIB
loading...
Oposisi Denmark Protes...
Partai oposisi Denmark protes rencana pelarangan pembakaran al-Quran. Foto/Ilustrasi
A A A
KOPENHAGEN - Tujuh partai politik Denmark mengeluarkan keberatan terhadap rencana pemerintah negara itu untuk melarang penodaan terhadap al-Quran atau kitab suci lainnya. Mereka berpendapat bahwa setiap langkah untuk membatasi protes semacam itu tidak sesuai dengan jaminan negara Uni Eropa (UE) untuk melindungi kebebasan berekspresi.

“Semua pihak yang bertanda tangan di bawah ini menjunjung tinggi kebebasan sipil Denmark yang mendasar dan berpendapat bahwa kebebasan sipil harus selalu mendahulukan dogma agama,” kata ketujuh partai politik itu dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada Kamis lalu.

"Veto orang yang kejam tidak boleh menang dan tidak boleh menetapkan batas-batas politik Denmark dan demokrasi Denmark," sambung pernyataan itu seperti dilansir dari RT, Sabtu (5/8/2023).

Baca Juga: Keluar dari Islam, Wanita Kelahiran Iran Bakar Al-Qur'an di Swedia

Beberapa contoh baru-baru ini di mana salinan al-Quran dibakar di Denmark, negara tetangga Swedia, telah memicu cemoohan yang meluas di dunia Muslim.

Iran dan Pakistan termasuk di antara beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim yang telah menyatakan kecaman keras atas protes pembakaran al-Quran di Skandinavia, dengan menteri luar negeri Pakistan Bilawal Bhutto Zardari bulan lalu mengatakan bahwa mereka merupakan hasutan untuk kebencian agama, diskriminasi dan upaya untuk memprovokasi kekerasan.

Anggota parlemen di Denmark dan Swedia telah menyarankan bahwa hukum formal untuk melarang pembakaran kitab suci dapat diberlakukan.

Pada hari Rabu, perdana menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan bahwa dia sedang "berdialog erat" dengan pemimpin Denmark Mette Frederiksen mengenai masalah tersebut. Kristersson menambahkan bahwa Stockholm dan Kopenhagen berbagi analisis yang sama.

Baca Juga: Tak Ada Kapoknya, Kelompok Anti-Islam Denmark Bakar Al-Qur'an 3 Hari Berturut-turut

"Situasinya berbahaya dan tindakan diperlukan untuk memperkuat ketahanan kita,” ujarnya.

Namun, kumpulan partai oposisi di Denmark memandang tindakan apa pun yang dapat dilihat sebagai entitas asing yang mendikte kebijakan dalam negeri sebagai pemaksaan yang tidak dapat diterima dalam urusannya, tambah pernyataan oposisi.

Ketujuh partai di belakang pernyataan tersebut berasal dari spektrum politik yang luas, mulai dari kelompok sayap kanan partai Kanan Baru hingga Aliansi Merah-Hijau yang merupakan sayap kiri. Kelompok tersebut secara kolektif memegang 72 kursi di parlemen Denmark yang beranggotakan 178 orang. Pemerintah, koalisi tiga partai kanan-tengah dan kiri-tengah, memiliki total 88 kursi parlemen.

Diumumkan pada hari Kamis bahwa Denmark akan memberlakukan kontrol yang lebih ketat di perbatasannya hingga 10 Agustus untuk memerangi potensi masalah keamanan yang ditimbulkan oleh protes pembakaran al-Quran.

Baca Juga: Merasa Terancam Akibat Pembakaran Al-Quran, Swedia Perketat Pengawasan Perbatasan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Denmark Rogoh Rp757...
Denmark Rogoh Rp757 Miliar untuk Beli Rudal AS, Agar Greenland Tak Dicaplok Trump
Hina Umat Islam, Pemukim...
Hina Umat Islam, Pemukim Israel Bakar Salinan Al-Quran di Yerusalem
PM Denmark: Trump Masih...
PM Denmark: Trump Masih Ngotot Ingin Caplok Greenland
Siapa Suku Inuit? Penduduk...
Siapa Suku Inuit? Penduduk Asli Greenland yang Suka Berburu Paus
Mengapa Tidak Ada Bukti...
Mengapa Tidak Ada Bukti Greenland Menghadapi Ancaman Asing?
Parlemen Denmark Serius...
Parlemen Denmark Serius Pertimbangkan Boikot Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Berita Terkini
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved