Keluar dari Islam, Wanita Kelahiran Iran Bakar Al-Qur'an di Swedia
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 20:45 WIB
loading...
A
A
A
Wanita itu memeluk Kristen setelah keluar dari Islam. Wanita itu mengatakan kepada TASS bahwa dia ingin menunjukkan bahwa “agama juga merupakan bagian dari politik.”
Dia juga menyatakan, “Islam bukanlah agama yang demokratis.” Ditanya apakah menurutnya pembakaran kitab suci seperti itu dapat membahayakan situasi keamanan Swedia mengingat potensi reaksi balik, Marjan mengatakan dia tidak setuju.
Pembakaran tersebut mencerminkan aksi-aksi lain yang dilakukan di Stockholm musim panas ini, dengan para aktivis membakar atau menodai Al-Qur’an selama tiga tindakan resmi polisi sebelumnya pada bulan Juni dan Juli, dua aksi di antaranya diadakan di luar Kedutaan Besar Irak.
Insiden tersebut telah memicu protes publik di dunia Muslim, dengan pengunjuk rasa yang marah menyerbu kompleks diplomatik Swedia di Baghdad.
Baca juga: Rusia Ancam Keluar dari Kesepakatan Larangan Tes Nuklir
Pemerintah Irak juga mengusir duta besar Swedia dan menarik kembali perwakilannya sendiri, sementara Turki, Mesir, Aljazair, Maroko, Uni Emirat Arab, dan Yordania sama-sama mengutuk tindakan tersebut.
Dia juga menyatakan, “Islam bukanlah agama yang demokratis.” Ditanya apakah menurutnya pembakaran kitab suci seperti itu dapat membahayakan situasi keamanan Swedia mengingat potensi reaksi balik, Marjan mengatakan dia tidak setuju.
Pembakaran tersebut mencerminkan aksi-aksi lain yang dilakukan di Stockholm musim panas ini, dengan para aktivis membakar atau menodai Al-Qur’an selama tiga tindakan resmi polisi sebelumnya pada bulan Juni dan Juli, dua aksi di antaranya diadakan di luar Kedutaan Besar Irak.
Insiden tersebut telah memicu protes publik di dunia Muslim, dengan pengunjuk rasa yang marah menyerbu kompleks diplomatik Swedia di Baghdad.
Baca juga: Rusia Ancam Keluar dari Kesepakatan Larangan Tes Nuklir
Pemerintah Irak juga mengusir duta besar Swedia dan menarik kembali perwakilannya sendiri, sementara Turki, Mesir, Aljazair, Maroko, Uni Emirat Arab, dan Yordania sama-sama mengutuk tindakan tersebut.
Lihat Juga :