Sejarah Perang Salib Pertama, Jatuhnya Yerusalem ke Tangan Pasukan Kristen
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
Pada November 1095, di Dewan Clermont di Prancis selatan, Paus meminta orang Kristen Eropa untuk mengangkat senjata guna membantu Bizantium dan merebut kembali Tanah Suci dari kendali Muslim. Ini menandai dimulainya Perang Salib.
Menurut laman History, permohonan Paus Urbanus disambut dengan tanggapan yang luar biasa, baik di kalangan elite militer maupun warga biasa. Mereka yang mengikuti ziarah bersenjata mengenakan salib sebagai lambang gereja.
Empat pasukan Tentara Salib akhirnya terbentuk, mereka datang dari berbagai wilayah Eropa Barat. Raymond dari Saint-Gilles, Godfrey dari Bouillon, Hugh dari Vermandois dan Bohemond dari Taranto. Mereka berangkat ke Bizantium pada Agustus 1096.
Namun sebelum kedatangan mereka, di Bizantium telah ada sekelompok pasukan rakyat jelata kecil yang dipimpin oleh Peter the Hermit.
Ketika empat tentara utama Tentara Salib tiba di Konstantinopel, Alexius meminta pasukan itu untuk bersumpah setia padanya dan mengakui otoritasnya. Sayangnya hal tersebut ditolak oleh Bohemond.
Ketika Tentara Salib berhasil mengepung Ibu Kota Seljuk di Anatolia, mereka dikhianati oleh Alexius yang telah mengamankan kota tersebut terlebih dahulu melalui jalur rahasia. Hal ini membuat pasukan salib gagal mendapat barang jarahan dan memperburuk hubungan antara Tentara Salib dan Bizantium.
Menurut laman History, permohonan Paus Urbanus disambut dengan tanggapan yang luar biasa, baik di kalangan elite militer maupun warga biasa. Mereka yang mengikuti ziarah bersenjata mengenakan salib sebagai lambang gereja.
Sejarah Perang Salib Pertama 1906-1908
Empat pasukan Tentara Salib akhirnya terbentuk, mereka datang dari berbagai wilayah Eropa Barat. Raymond dari Saint-Gilles, Godfrey dari Bouillon, Hugh dari Vermandois dan Bohemond dari Taranto. Mereka berangkat ke Bizantium pada Agustus 1096.
Namun sebelum kedatangan mereka, di Bizantium telah ada sekelompok pasukan rakyat jelata kecil yang dipimpin oleh Peter the Hermit.
Ketika empat tentara utama Tentara Salib tiba di Konstantinopel, Alexius meminta pasukan itu untuk bersumpah setia padanya dan mengakui otoritasnya. Sayangnya hal tersebut ditolak oleh Bohemond.
Ketika Tentara Salib berhasil mengepung Ibu Kota Seljuk di Anatolia, mereka dikhianati oleh Alexius yang telah mengamankan kota tersebut terlebih dahulu melalui jalur rahasia. Hal ini membuat pasukan salib gagal mendapat barang jarahan dan memperburuk hubungan antara Tentara Salib dan Bizantium.
Lihat Juga :