Ukraina Tuduh Rusia Dalang Kudeta Niger, Ini Alasannya

Rabu, 02 Agustus 2023 - 10:51 WIB
loading...
Ukraina Tuduh Rusia...
Ukraina tuduh Rusia sebagai dalang kudeta militer di Niger. Foto/Souleymane Ag Anara/REUTERS
A A A
KYIV - Pemerintah Ukraina menuduh Rusia sebagai dalang kudeta di Niger. Alasannya adalah trik yang digunakan seperti "taktik standar Rusia".

Tuduhan itu dilontarkan Mykhailo Podolyak, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Di outlet media sosial X—sebelumnya dikenal sebagai Twitter—, Podolyak menulis; “Sekarang sangat jelas bahwa Rusia berada di balik apa yang disebut 'kudeta militer' di Niger. Ini adalah taktik standar Rusia: mengalihkan perhatian, memanfaatkan momen, dan memperluas konflik.”

Baca Juga: Mengapa Banyak Warga Negara Niger Benci dengan Prancis dan Mengidolakan Rusia?

“Rusia memiliki skenario global untuk memprovokasi ketidakstabilan guna merusak tatanan keamanan global,” lanjut Podolyak, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (2/8/2023).

“Saatnya untuk menarik kesimpulan yang tepat: hanya penghapusan klan [Presiden Rusia Vladimir] Putin dan mengirim Rusia ke kelahiran kembali politik yang dapat menjamin tidak dapat diganggu gugatnya aturan dan stabilitas dunia," imbuh dia.

Rabu pekan lalu, Presiden Niger Mohamed Bazoum dan pemerintahannya yang terpilih secara demokratis disingkirkan oleh para pemimpin militer dalam kudeta ketujuh yang terjadi di negara itu dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Kremlin, pada hari Senin, mengatakan situasi di Niger menyebabkan keprihatinan serius setelah kudeta yang dikecam oleh sebagian besar negara di dunia.

Meski demikian, kudeta itu disambut baik oleh bos tentara bayaran Wagner Group Yevgeny Prigozhin, yang memiliki kepentingan luas di Afrika.

Dalam panggilan telepon dengan wartawan, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia meminta semua pihak di Niger untuk menahan diri, dan untuk secepat mungkin kembali ke ketertiban hukum.

Wagner Group belum mengeklaim bertanggung jawab atas kudeta di Niger, tetapi Prigozhin memuji pengambilalihan kekuasaan oleh militer tersebut.

Tentara bayaran Wagner pimpinan Prigozhin telah memainkan peran penting di banyak negara Afrika, yang mencemaskan Barat, dan baru-baru ini tiba di Republik Afrika Tengah (CAR) menjelang referendum konstitusional.

Dalam pesan audio baru-baru ini di Telegram Wagner Group, Prigozhin mengatakan apa yang terjadi di Niger tidak lain adalah perjuangan rakyat Niger melawan penjajah mereka. "Dengan penjajah yang mencoba memaksakan aturan hidup mereka pada mereka dan kondisi mereka dan menjaga mereka dalam keadaan Afrika ratusan tahun yang lalu," katanya.

"Hari ini, ini secara efektif mendapatkan kemerdekaan mereka. Sisanya pasti akan bergantung pada warga Niger dan seberapa efektif pemerintahannya, tetapi yang utama adalah ini: mereka telah menyingkirkan para penjajah," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved