5 Strategi Junta Militer Myanmar Memperpanjang Kekuasaan

Selasa, 01 Agustus 2023 - 14:30 WIB
loading...
5 Strategi Junta Militer...
Junta Militer Myanmar menerapkan banyak strategi untuk terus memperpanjang kekuasaan. Foto/Reuters
A A A
YANGON - Junta Militer Myanmar ingkar janji untuk menghadirkan pemilu yang demokratis di negara tersebut. Itu menjadi sinyal bahwa junta memang ingin memperpanjang kekuasaannya.

Apalagi, junta militer sudah membangun berbagai fondasi kekuatan baik politik, ekonomi dan sosial di Myanmar. Banyak pihak menduga bahwa junta akan berkuasa dalam jangka waktu yang lama di Myanmar.

Berikut adalah 5 strategi Junta Militer Myanmar memperpanjang kekuasaan.

1. Menunda Pemilu

5 Strategi Junta Militer Myanmar Memperpanjang Kekuasaan

Foto/Reuters

Junta Militer Myanmar secara resmi menunda pemilihan yang dijanjikan pada Agustus tahun ini setelah memperpanjang keadaan darurat yang diberlakukan setelah kudeta 2021.

Dalam sebuah pernyataan di televisi negara, militer mengutip kekerasan yang terus berlangsung sebagai alasan penundaan pemilu. “Agar pemilihan umum bebas dan adil dan juga untuk dapat memberikan suara tanpa rasa takut, pengaturan keamanan yang diperlukan masih diperlukan dan periode keadaan darurat telah diperpanjang,” demikian pernyataan Junta Militer Myanmar, dilansir Al Jazeera.

Pengumuman tersebut merupakan pengakuan bahwa militer tidak melakukan kontrol yang cukup untuk menggelar pemungutan suara dan telah gagal untuk menaklukkan penentangan yang meluas terhadap aturannya, yang mencakup perlawanan bersenjata yang semakin menantang serta protes tanpa kekerasan dan pembangkangan sipil.

2. Memberlakukan Darurat Militer

Keadaan darurat diumumkan ketika pasukan menangkap pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi serta pejabat tinggi dari pemerintahannya dan anggota partainya Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pada 1 Februari 2021. Militer mengklaim kecurangan yang meluas dalam pemilihan yang diadakan pada November 2020, yang mengembalikan NLD ke tampuk kekuasaan, untuk perebutan kekuasaannya.

Pengambilalihan itu membalikkan kemajuan bertahun-tahun menuju demokrasi setelah lima dekade pemerintahan militer di Myanmar.

Militer awalnya mengumumkan bahwa pemungutan suara baru akan diadakan setahun setelah pengambilalihannya dan kemudian mengatakan akan berlangsung pada Agustus 2023.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Tegas! Wali Kota New...
Tegas! Wali Kota New York Zohran Mamdani: Netanyahu Penjahat Perang!
Rekomendasi
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved