Mengapa Juli 2023 Ditetapkan Menjadi Bulan Terpanas dalam Sejarah?

Selasa, 01 Agustus 2023 - 09:49 WIB
loading...
Mengapa Juli 2023 Ditetapkan...
Juli 2023 menjadi bulan terpanas sepanjang sejarah. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Juli 2023 akan menjadi bulan terpanas di dunia dalam dalam 120.000 tahun terakhir. Itu juga memperkuat banyak bencana alam yang diakibatkan perubahan iklim yang terjadi di berbagai belahan dunia.

“Kita tidak perlu menunggu akhir bulan untuk mengetahui hal ini. Kurang dari Zaman Es mini selama beberapa hari ke depan, Juli 2023 akan memecahkan rekor secara keseluruhan,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dilansir Al Jazeera.

Mengapa Juli 2023 Ditetapkan Menjadi Bulan Terpanas dalam Sejarah?

Foto/Reuters

Apalagi terjadi saat gelombang panas terjadi di sebagian besar Eropa, Afrika Utara, Amerika Utara, dan Asia.

Tiga minggu pertama bulan Juli menandai periode terhangat dalam catatan dibandingkan dengan rata-rata sebelumnya selama 23 hari pertama bulan Juli dari tahun 1940 hingga 2023.

Baca Juga: Dunia Dilanda Suhu Ekstrem, NASA Beri Peringatan Mengerikan

Itu memecahkan rekor sebelumnya yang ditetapkan untuk bulan penuh Juli pada 2019 dari 16,63 derajat Celsius untuk mencapai suhu udara permukaan 16,95 derajat Celsius.

Suhu pada minggu pertama dan ketiga juga sempat naik di atas batas 1,5 derajat Celsius yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris.

Terus tanggal berapa hari terpanas pada bulan Juli? Menurut data ERA5 dari Badan Perubahan Iklim Copernicus mengungkapkan 6 Juli adalah hari terpanas dengan 17,08 derajat Celsius.

Dalam pernyataan bersama, Badan Perubahan Iklim Copernicus UE dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB mengatakan "sangat mungkin" Juli 2023 akan memecahkan rekor.

Temperatur ekstrem adalah hasil dari perubahan iklim dan pola cuaca yang memanas, yang dikenal sebagai El Nino, yang bertanggung jawab atas tahun yang lebih panas dari biasanya.

Eropa mengalami beberapa suhu tertinggi sejauh musim panas ini berkat apa yang disebut kubah panas yang membentang di selatannya.

Tahun lalu, diperkirakan ada lebih dari 61.000 kematian terkait panas selama musim terpanas di Eropa.

Baca Juga: 9 Tempat Terpanas di Bumi, Salah Satunya Pernah Masuk Guinness World Record

Di AS ada peringatan cuaca tentang panas yang "sangat berbahaya" di barat daya negara itu.

Di China barat laut suhu mencapai setinggi 52,2 derajat Celsius dan memecahkan rekor di negara itu.

Gelomba panas di Eropa menyebabkan kebakaran hutan terjadi di seluruh wilayah. Kebakaran menghanguskan ratusan ribu hektar lahan di Yunani, Italia, Portugal, Spanyol, Prancis, dan Kroasia.

Mengapa Juli 2023 Ditetapkan Menjadi Bulan Terpanas dalam Sejarah?

Foto/Reuters

Menurut data dari Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa (EFFIS), pada tanggal 29 Juli, jumlah kebakaran di seluruh UE mencapai 991 – hampir dua kali lipat rata-rata tahunan sepanjang tahun ini.

Selain itu, kebakaran hutan di negara-negara UE telah membakar total 236.768 hektardan lebih banyak dari rata-rata tahunan saat ini.

Sementara kebakaran hutan berkala menguntungkan ekosistem dengan membantu membersihkan bahan organik mati, frekuensi dan tingkat kebakaran hutan baru-baru ini memprihatinkan.

Kebakaran telah menyebabkan sejumlah kematian dan memaksa evakuasi besar-besaran.

Di Yunani, ribuan orang dievakuasi dari pulau Yunani Rhodes dan Corfu pekan lalu ketika Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis menyatakan bahwa negara Mediterania sedang berperang dengan kebakaran hutan. Pada 25 Juli, dua pilot pesawat pemadam kebakaran tewas setelah jet mereka jatuh di Evia.

Di pulau Italia Sisilia, dua orang ditemukan tewas pada 25 Juli di sebuah rumah yang terbakar oleh api yang menutup sementara bandara internasional Palermo, menurut laporan berita Italia.

Kobaran api yang merusak didorong setidaknya sebagian oleh perubahan iklim, yang meningkatkan kondisi panas dan kering yang memungkinkan api menyebar lebih cepat dan terbakar lebih lama.

Di Mediterania, hal itu berkontribusi pada musim kebakaran yang dimulai lebih awal dan membakar lebih banyak lahan.

Kemudian, cuaca ekstrem sepanjang Juli telah menyebabkan malapetaka di seluruh dunia, memicu kebakaran hutan, kekurangan air, dan peningkatan penyakit terkait panas serta rawat inap.

Di Afrika Utara, lebih dari 30 orang tewas dalam kebakaran hutan yang melanda perbatasan utara Aljazair dengan Tunisia.

Musim kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya terus berkecamuk di Kanada, dengan petugas pemadam kebakaran ketiga mati saat mencoba melawan musim kebakaran terburuk di negara itu dalam catatan.

Secara keseluruhan, lebih dari 12,5 juta hektar telah terbakar di Kanada pada tahun 2023 sejauh ini, melampaui rekor sebelumnya sekitar 7,1 juta hektar pada tahun 1995.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Manusia Tak...
Mengapa Manusia Tak ke Bulan Lagi setelah Lebih dari 50 Tahun? Ini Jawabannya
Elon Musk Berencana...
Elon Musk Berencana Bangun Kota di Bulan yang Tumbuh Sendiri
Selamat Tinggal 24 Jam...
Selamat Tinggal 24 Jam Sehari? Penghuni Bumi akan Mengalami 25 Jam Sehari
Rusia akan Bangun Pembangkit...
Rusia akan Bangun Pembangkit Listrik di Bulan dalam 10 Tahun
Kebakaran Lahap Paviliun...
Kebakaran Lahap Paviliun Perundingan Iklim PBB di Brasil, Para Delegasi Panik Berlarian
Kekeringan Parah, Negara...
Kekeringan Parah, Negara Arab Menabur Awan untuk Mendapatkan Hujan
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Berita Terkini
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved