Nilai Patriotisme Memudar, Veteran Militer AS Meminta Anggota Keluarganya Tidak Menjadi Tentara

Selasa, 01 Agustus 2023 - 08:44 WIB
loading...
A A A
“Orang tua khawatir, hei, jika anak saya bergabung dengan militer, apakah mereka akan memiliki tempat tinggal yang baik?” kata Sekretaris Angkatan Darat Christine Wormuth. “Jika anak saya bergabung dengan militer, apakah mereka akan dilecehkan secara seksual, atau apakah mereka akan lebih rentan terhadap keinginan bunuh diri?”

Sentimen anti-LGBT juga mempengaruhi warga AS enggan masuk militer. Apalagi, Angkatan Darat AS telah merilis kampanye perekrutan animasi baru yang menampilkan lima tentara yang beragam dan keluarga LGBT+ dengan harapan dapat menarik anak muda.

Kampanye yang diluncurkan minggu ini berjudul "The Calling" dan menampilkan lima film pendek animasi yang merinci bagaimana orang yang berbeda di setiap film memutuskan untuk bergabung dengan Angkatan Darat.

Satu klip mengikuti kisah kopral Emma Malonelord yang “dibesarkan oleh dua ibu yang mendukung” dan terus mengoperasikan sistem pertahanan rudal negara. “Ini dimulai di California, dengan seorang gadis kecil yang dibesarkan oleh dua ibu,” kata Malonelord dalam klip tersebut.

Animasi ke bingkai parade kebanggaan LGBT+, dengan kehadiran gadis muda dan ibunya. Video tersebut kemudian mengilustrasikan salah satu pemulihan ibu Malonelord dari kecelakaan yang membuatnya lumpuh.

Jenderal Patrick Michaelis, wakil komandan Komando Perekrutan Angkatan Darat AS, mengatakan kepada Military.com bahwa video-video baru tersebut adalah "keberangkatan yang berbeda" dari kampanye sebelumnya.

"Baik dalam jenis visualnya yang menawan, pendekatan anime ini tetapi juga penggambaran yang intim dari mereka yang melayani," kata Michaelis.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved