Bagaimana Anak Muda Rusia Melihat Masa Depan Mereka?
Kamis, 27 Juli 2023 - 23:18 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak tanpa keluarga saya, setidaknya. Karena, oke, saya mungkin akan pergi, tapi siapa yang tahu apa yang terjadi selanjutnya. Sesuatu mungkin terjadi pada mereka jika mereka tidak meninggalkan negara bersamaku. Tampaknya sekarang kita sedang membuat pilihan: di sisi perbatasan mana kita tinggal. Anda berada di satu sisi atau sisi lainnya. Dan itu adalah pilihan terakhir," ungkap Sabina.
Selanjutnya, Maxim Lukyanenko, 20, seorang mahasiswa dari Krasnodar di Rusia selatan mempelajari bahasa asing dan komunikasi antar budaya di Sekolah Tinggi Ekonomi, dan pendiri 'White Raven,' sebuah organisasi patriotik dan pro-militer.
"Saya memiliki sudut pandang yang optimis, jadi bagi saya ini adalah kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru. Eropa telah ditutup (untuk kita), mari arahkan pandangan kita ke Asia. Ada banyak hal hebat di sana," ujar Lukyanenko.
Baca Juga: 10 Perang yang Diramalkan Terjadi di Masa Depan, Salah Satunya dekat Indonesia
"Saya berencana untuk belajar program master di China…Saya pikir mereka adalah orang-orang yang sangat menarik, bangsa yang menarik. Secara umum, Rusia memang perlu memperkuat hubungan dengan China. Mereka adalah orang-orang top, kita perlu belajar sesuatu dari mereka. Dan untuk mengajari mereka sesuatu, tentu saja," tutur Lukyanenko.
Kmeudian, Konstantin Konkov, 23, belajar biologi di Moscow State University, terpilih tahun lalu sebagai kandidat independen dewan kota Moskow.
"Saya sebagian besar menyukai aktivisme publik, sebagian besar politik dan ekologi… Kami melakukan pembersihan lingkungan. Kami membantu tempat penampungan hewan. Kami mengumpulkan bantuan untuk pengungsi," papar Konkov.
Tentu saja, belajar di luar negeri untuk menimba ilmu dan kemudian mempraktikkannya di sini adalah ide yang cukup menggiurkan. :Tetapi saat ini saya merasa bahwa saya dibutuhkan di sini. Dan sejak saya terpilih sebagai wakil kota, selama lima tahun ke depan saya berencana untuk tinggal di sini, di distrik saya, membantu orang sebanyak mungkin," tutur Konkov.
Selanjutnya, Maxim Lukyanenko, 20, seorang mahasiswa dari Krasnodar di Rusia selatan mempelajari bahasa asing dan komunikasi antar budaya di Sekolah Tinggi Ekonomi, dan pendiri 'White Raven,' sebuah organisasi patriotik dan pro-militer.
"Saya memiliki sudut pandang yang optimis, jadi bagi saya ini adalah kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru. Eropa telah ditutup (untuk kita), mari arahkan pandangan kita ke Asia. Ada banyak hal hebat di sana," ujar Lukyanenko.
Baca Juga: 10 Perang yang Diramalkan Terjadi di Masa Depan, Salah Satunya dekat Indonesia
"Saya berencana untuk belajar program master di China…Saya pikir mereka adalah orang-orang yang sangat menarik, bangsa yang menarik. Secara umum, Rusia memang perlu memperkuat hubungan dengan China. Mereka adalah orang-orang top, kita perlu belajar sesuatu dari mereka. Dan untuk mengajari mereka sesuatu, tentu saja," tutur Lukyanenko.
Kmeudian, Konstantin Konkov, 23, belajar biologi di Moscow State University, terpilih tahun lalu sebagai kandidat independen dewan kota Moskow.
"Saya sebagian besar menyukai aktivisme publik, sebagian besar politik dan ekologi… Kami melakukan pembersihan lingkungan. Kami membantu tempat penampungan hewan. Kami mengumpulkan bantuan untuk pengungsi," papar Konkov.
Tentu saja, belajar di luar negeri untuk menimba ilmu dan kemudian mempraktikkannya di sini adalah ide yang cukup menggiurkan. :Tetapi saat ini saya merasa bahwa saya dibutuhkan di sini. Dan sejak saya terpilih sebagai wakil kota, selama lima tahun ke depan saya berencana untuk tinggal di sini, di distrik saya, membantu orang sebanyak mungkin," tutur Konkov.
Lihat Juga :