Kapal Mata-mata China Intai Latihan Perang Australia-AS Cs

Minggu, 23 Juli 2023 - 12:36 WIB
loading...
Kapal Mata-mata China...
Kapal mata-mata China intai latihan perang Australia-AS Cs. Foto/Reuters
A A A
BEIJING - Sebuah kapal mata-mata China memata-matai latihan perang di lepas pantai timur Australia . Namunmedia China, Global Times, mengatakan keberadaan kapal pengintai Beijingitu bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan.

Kapal itu diperkirakan bergerak lebih jauh ke selatan untuk memantau latihan multinasional pimpinan Amerika Serikat (AS)-Australia, Talisman Saber, yang berlanjut selama dua minggu ke depan.

Ini bukan pertama kalinya angkatan laut China mengawasi latihan tersebut. Sejak 2017, Beijing telah mengerahkan setidaknya satu kapal untuk memantau latihan tersebut.

Dalam sebuah laporan semalam mengutip Chen Hong dari East China Normal University, Global Times mengklaim tidak ada yang luar biasa terhadap lokasi kapal tersebut. Sebaliknya, media China itu tidak terima atas kloam bahwa tindakan itu agresif.

"Klaim semacam itu tidak beralasan dan tidak berdasar, dan AS serta Australia harus menghormati hak negara lain untuk menjalankan kebebasan navigasi dan penerbangan di laut dan wilayah udara internasional," bunyi artikel itu seperti dikutip dari News.com.au, Minggu (23/7/2023).

Lebih dari 30.000 tentara dari 13 negara termasuk Jepang, Korea Selatan, Jerman, Prancis dan Selandia Baru akan ambil bagian dalam latihan militer tersebut.

Ini adalah lompatan besar pada pengulangan latihan perang tahun 2021, yang melibatkan 17.000 tentara hanya dari tujuh negara, termasuk Australia.

Baca Juga: Penjualan Kapal Selam Nuklir AS ke Australia Terganjal

Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles mengatakan para pejabat mempunyai ekspektasi Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China akan memantau latihan Talisman Saber.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved