5 Jebakan Tentara Rusia yang Sangat Mematikan bagi Prajurit Ukraina

Sabtu, 22 Juli 2023 - 22:14 WIB
loading...
A A A
Tetapi ketika datang ke serangan balik Ukraina, ranjau darat Rusia – yang selain membunuh pasukan secara langsung juga memperlambat pasukan yang maju dan membuat mereka terkena artileri, rudal, dan serangan udara musuh – hanyalah sebagian dari masalah.

3. Mengordinasikan Pasukan Reguler dan Spetsnaz

5 Jebakan Tentara Rusia yang Sangat Mematikan bagi Prajurit Ukraina

Foto/Reuters

"Menghalangi terobosan Ukraina, militer Rusia memiliki pasukan reguler, unit senapan motor, unit Spetsnaz, dan seterusnya," kata Kofman . Mereka memiliki banyak artileri, dan "kubu pertahanan Rusia termasuk ladang ranjau yang sangat padat, [ranjau] anti-tank dan anti-personil yang berlapis satu sama lain."

Baca Juga: Mengerikan dan Mematikan! Sepertiga Wilayah Ukraina Ditanami Ranjau dan Bom Cluster

4. Membangun Benteng dan Bunker yang Sangat Kokoh

5 Jebakan Tentara Rusia yang Sangat Mematikan bagi Prajurit Ukraina

Foto/Reuters

Rusia juga memiliki banyak persenjataan anti-tank yang dikerahkan di garis depan, serta drone, khususnya drone Lancet satu arah, dan amunisi yang berkeliaran. Mereka juga memiliki helikopter serang yang telah merusak serangan Ukraina.

“Dan mereka telah menggali secara ekstensif dalam hal penyemenan benteng, memiliki bunker, memiliki terowongan di beberapa bagian jalur utama,” kata Kofman, menunjukkan pertahanan yang tangguh ini telah dibuat selama berbulan-bulan.

5. Sangat Pandai Beradaptasi

5 Jebakan Tentara Rusia yang Sangat Mematikan bagi Prajurit Ukraina

Foto/Reuters

Dan tantangan utama bagi Ukraina saat mereka berhadapan dengan pertahanan ini adalah kurangnya jenis persenjataan yang paling mereka butuhkan, serta ketidakmampuan mereka untuk melakukan operasi senjata gabungan dalam skala besar.

Franz-Stefan Gady, seorang ahli dari Center for New American Security yang juga baru-baru ini mengunjungi Ukraina untuk penelitian, mengatakan bahwa dalam situasi ini, "tanpa runtuhnya pertahanan Rusia secara tiba-tiba", dia menduga bahwa "ini akan tetap menjadi pertarungan gesekan berdarah dengan unit cadangan yang diberi makan secara bertahap."

"Saya pikir ofensif ini," kata Kofman dalam diskusi podcast tentang perkembangan yang sedang berlangsung di Ukraina dan dorongan untuk menyerang garis Rusia, "kemungkinan akan berlangsung tidak hanya selama berminggu-minggu, tetapi berbulan-bulan."

“Saya pikir itu akan melihat fase gesekan yang luas ini dengan pertempuran sengit dengan keuntungan tambahan oleh pasukan Ukraina, dan itu akan membutuhkan banyak amunisi dan adaptasi artileri,” lanjutnya, menambahkan “sangat sulit untuk melakukan serangan seperti ini terhadap pertahanan yang dipersiapkan dengan baik.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Masuki Tahun Baru 1448...
Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah
Rekomendasi
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved