Gara-gara Typo, Jutaan Email Militer AS Dikirim ke Sekutu Rusia
Selasa, 18 Juli 2023 - 09:33 WIB
loading...
A
A
A
Zuurbier menulis surat kepada pejabat AS bulan ini untuk meningkatkan kewaspadaan. Dia mengatakan bahwa kontraknya dengan pemerintah Mali akan segera berakhir. "Yang berarti risikonya nyata dan dapat dimanfaatkan oleh musuh AS," katanya, seperti dikutip BBC, Selasa (18/7/2023).
Pemerintah militer Mali dijadwalkan mengambil alih domain itu pada Senin (17/7/2023).
Menurut para pejabat AS, komunikasi militer AS yang ditandai "rahasia" dan "sangat rahasia" ditransmisikan melalui sistem IT terpisah yang membuatnya tidak mungkin disusupi secara tidak sengaja.
Tetapi Steven Stransky, seorang pengacara yang sebelumnya menjabat sebagai penasihat senior untuk Divisi Hukum Intelijen Departemen Keamanan Dalam Negeri, mengatakan bahwa bahkan informasi yang tampaknya tidak berbahaya dapat terbukti bermanfaat bagi musuh AS, terutama jika itu termasuk rincian personel individu.
"Komunikasi semacam itu akan berarti bahwa aktor asing dapat mulai membuat dokumen tentang personel militer kita sendiri, untuk tujuan spionase, atau mencoba membuat mereka mengungkapkan informasi dengan imbalan keuntungan finansial," kata Stransky.
"Ini tentu informasi yang bisa digunakan oleh pemerintah asing."
Lee McKnight, seorang profesor studi informasi di Universitas Syracuse, mengatakan dia yakin militer AS beruntung karena masalah ini menjadi perhatiannya dan email-email itu masuk ke domain yang digunakan oleh pemerintah Mali, bukan ke penjahat siber.
Pemerintah militer Mali dijadwalkan mengambil alih domain itu pada Senin (17/7/2023).
Menurut para pejabat AS, komunikasi militer AS yang ditandai "rahasia" dan "sangat rahasia" ditransmisikan melalui sistem IT terpisah yang membuatnya tidak mungkin disusupi secara tidak sengaja.
Tetapi Steven Stransky, seorang pengacara yang sebelumnya menjabat sebagai penasihat senior untuk Divisi Hukum Intelijen Departemen Keamanan Dalam Negeri, mengatakan bahwa bahkan informasi yang tampaknya tidak berbahaya dapat terbukti bermanfaat bagi musuh AS, terutama jika itu termasuk rincian personel individu.
"Komunikasi semacam itu akan berarti bahwa aktor asing dapat mulai membuat dokumen tentang personel militer kita sendiri, untuk tujuan spionase, atau mencoba membuat mereka mengungkapkan informasi dengan imbalan keuntungan finansial," kata Stransky.
"Ini tentu informasi yang bisa digunakan oleh pemerintah asing."
Lee McKnight, seorang profesor studi informasi di Universitas Syracuse, mengatakan dia yakin militer AS beruntung karena masalah ini menjadi perhatiannya dan email-email itu masuk ke domain yang digunakan oleh pemerintah Mali, bukan ke penjahat siber.
Lihat Juga :