250 Rudal Hawk Bakal Dikirim ke Ukraina, Taiwan Jadi Target Balas Dendam Rusia?

Selasa, 18 Juli 2023 - 09:08 WIB
loading...
A A A
“Untuk mencegah kami menjadi target, kami harus memastikan bahwa senjata yang dibeli kembali disediakan oleh Amerika Serikat ke Ukraina, bukan Taiwan, dan itu tidak boleh dianggap sebagai bantuan militer kami ke Ukraina,” katanya.

Chang Yen-ting, pensiunan Letnan Jenderal Angkatan Udara, mengatakan bahwa meskipun rudal telah beroperasi di Taiwan selama 63 tahun, mereka masih memiliki tingkat akurasi target 90,4 persen, yang akan menjadi dorongan efektif untuk perlawanan Ukraina terhadap pasukan Rusia.

“Karena rudal tidak hanya dirawat dengan baik tetapi juga tetap dalam kondisi baik, AS dapat dengan cepat mengirimkannya ke Ukraina tanpa perlu menghabiskan waktu untuk merombaknya,” kata Chang.

Chang mengatakan bahwa karena Taiwan telah menghentikan misil Hawk, AS dapat membelinya kembali dengan biaya yang sangat rendah. "Sementara pulau ini tidak perlu menghabiskan waktu dan uang untuk membuang senjata dengan benar," katanya.

Menurut laporan legislatif April dari Kementerian Pertahanan Taiwan, militer awalnya berencana menyiapkan anggaran agar National Chung-Shan Institute of Science and Technology menghancurkan sekitar 250 rudal Hawk pada akhir tahun ini.

Dirancang untuk menangkal ancaman yang ditimbulkan oleh pesawat canggih buatan Soviet tahun 1950-an, rudal Hawk pertama mulai beroperasi pada tahun 1959.

AS menghentikan sistem Hawk setelah Perang Dingin karena prioritas pertahanan udara bergeser dari pesawat terbang ke pertahanan rudal balistik. Namun Hawk MIM-23 Phase III yang diperbarui masih beroperasi di banyak negara, termasuk Jepang dan Singapura.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Prajurit Angkatan Laut...
Prajurit Angkatan Laut AS Tewas Ditembak Temannya di Kapal Induk USS John F Kennedy
Rekomendasi
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
ARMY Syok! Harga Hotel...
ARMY Syok! Harga Hotel di Busan Naik hingga 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Berita Terkini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved