2 Negara yang Ngotot Menolak Keanggotaan Ukraina pada NATO
Selasa, 18 Juli 2023 - 04:05 WIB
loading...
A
A
A
Ukraina pun meninggalkan KTT NATO tanpa batas waktu — tetapi dia menerima janji untuk bantuan keamanan jangka panjang dari Amerika Serikat dan negara-negara G-7 lainnya. Biden menyamakan bantuan itu dengan bantuan yang diberikan Amerika Serikat kepada Israel, dan mengatakan kepada wartawan yang bepergian bersamanya bahwa Zelenskyy senang.
Baca Juga: 14 Jenderal Rusia Dibunuh Tentara Ukraina, Nomor 7 Panglima Perang dari Chechnya
![2 Negara yang Ngotot Menolak Keanggotaan Ukraina pada NATO]()
Foto/Reuters
Jerman bersikeras untuk menunda aksesi Ukraina ke NATO karena khawatir langkah itu dapat membawa aliansi itu berperang dengan Rusia. Jerman lebih fokus untuk jaminan keamanan, daripada proposal keanggotaan, untuk membantu Ukraina mempertahankan diri tanpa adanya aksesi.
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan Jerman tidak mendukung akses cepat Ukraina. “Kita harus mencermati situasi saat ini,”Scholzberkata. “Oleh karena itu saya sarankan kita fokus pada prioritas utama di Vilnius, yaitu memperkuat kekuatan tempur Ukraina," imbuhnya dilansir Financial Times.
Aliansi akan meningkatkan hubungan NATO-Ukraina ke format dewan, yang memungkinkan Kyiv mengadakan pertemuan krisis. Para diplomat mengatakan ini akan memperdalam cakupan kerja sama antara kedua belah pihak. Itu juga bisa berfungsi sebagai badan yang secara teratur dapat memantau kemajuan aksesi.
Baca Juga: 14 Jenderal Rusia Dibunuh Tentara Ukraina, Nomor 7 Panglima Perang dari Chechnya
2. Jerman

Foto/Reuters
Jerman bersikeras untuk menunda aksesi Ukraina ke NATO karena khawatir langkah itu dapat membawa aliansi itu berperang dengan Rusia. Jerman lebih fokus untuk jaminan keamanan, daripada proposal keanggotaan, untuk membantu Ukraina mempertahankan diri tanpa adanya aksesi.
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan Jerman tidak mendukung akses cepat Ukraina. “Kita harus mencermati situasi saat ini,”Scholzberkata. “Oleh karena itu saya sarankan kita fokus pada prioritas utama di Vilnius, yaitu memperkuat kekuatan tempur Ukraina," imbuhnya dilansir Financial Times.
Aliansi akan meningkatkan hubungan NATO-Ukraina ke format dewan, yang memungkinkan Kyiv mengadakan pertemuan krisis. Para diplomat mengatakan ini akan memperdalam cakupan kerja sama antara kedua belah pihak. Itu juga bisa berfungsi sebagai badan yang secara teratur dapat memantau kemajuan aksesi.
(ahm)
Lihat Juga :